PROKAL.CO,

PONTIANAK- Masih ingat kasus Au alias Audrey, siswi yang di-bully dan dianiaya oleh siswi SMA di Pontianak? Ya, Selasa (3/9) majelis hakim memutuskan perkara yang sempat viral secara nasional ini. Tangis Audrey (Au) pecah di luar ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, usai mendengar putusan Majelis Hakim terhadap tiga terdakwa penganiayaan dirinya: NA (18), TA (17), dan LL (16). Pada Selasa (3/8) sore.

Dalam putusannya, para pemberi keadilan di meja hijau itu memberikan sanksi sosial kepada ketiga terdakwa. Berupa pelayanan terhadap masyarakat di Panti Asuhan Aisyah, Jalan Sultan Abdurrahman. Selama tiga bulan. Pelayanan sosial tidak dilakukan pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

Putusan tersebut langsung dipimpin oleh Hakim Ketua Udjianti, setelah lebih delapan kali disidangkan secara tertutup. Seusai Majelis Hakim menjatuhkan vonis dan semua hadirin keluar dari ruang sidang, meledaklah tangis Au. Yang mengundang perhatian teman-teman sekolahnya yang sejak awal sudah datang di gedung pengadilan.

Ternyata, kasus yang cukup dramatis dan viral di media sosial itu berlanjut di luar Gedung Pengadilan. Sempat terjadi perang mulut antara keluarga AU dengan para terhukum. Tak ayal, petugas keamanan PN Pontianak harus turun tangan memisahkan kedua belah pihak yang bersitegang.

OPINI YANG SESAT

Kuasa Hukum terdakwa, Deni Amirudin, SH.MH, tak mau banyak kerenah perihal kasus viral yang sudah diselesaikan secara hukum itu. Ia menilai, putusan majelis hakim sudah sesuai dengan kaidah. Sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, ketiga pelaku telah dituntut melakukan pelayanan masyarakat selama tiga bulan, perhari di Bapas.