MELAWI- Kekhawatiran masyarakat akan ambruknya jembatan gantung Sungai Cina di Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, akhirnya terbukti. Kamis (21/11) dini hari, jembatan yang membentang di atas Sungai Cina menghubungkan Desa Tanjung Gunung dan Suka Maju itu roboh.

Kabar robohnya jembatan tersebut sudah sampai ke telinga Anggota DPRD Kalbar, Ritaudin SE. Legislator asal Sayan ini mengatakan, bahwa dirinya sudah menyampaikan persoalan jembatan gantung yang roboh tersebut ke Gubernur Kalbar Sutarmidji. Disampaikannya, jembatan itu dibangun tahun 2017 menggunakan APBD Kalbar.

“Kami sudah sampaikan ke pak Gubernur. Serta kami sudah sampaikan datanya ke Dinas PUPR Kalbar, dengan harapan bisa segera ditangani perbaikannya,” jelas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Kamis (21/11) dilansir Rakyat Kalbar.

Terpisah, Kepala Desa Suka Maju, Darmadiansyah, dihubungi melalui via seluler membenarkan robohnya jembatan gantung Sungai Cina itu. Sebelumnya, beberapa bulan ini pondasi jembatan itu sudah miring dan akhirnya roboh.

“Peristiwanya terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Untung saja sebelumnya masyarakat sudah kita larang melalui jembatan itu, sehingga tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Darmadiansyah mengatakan, seluruh badan jembatan sudah jatuh ke tengah sungai. Sehingga jembatan yang roboh menutupi Sungai Cina. Sungai ini kerap dimanfaatkan sebagai jalur akses transportasi menuju Kecamatan Tanah Pinoh Barat.

Ditegaskan dia, robohnya jembatan tersebut bukan karena terjangan air pasang. Atau pun lantaran luapan air sungai. Tapi pondasi jembatan gantung yang sudah miring selama beberapa bulan belakangan ini.

“Jembatan roboh sendiri akibat tiang pondasinya tercabut. Air sungai sekarang sedang surut, sehingga badan jembatan yang roboh itu membentang menghalangi air sungai, sementara ini speed tak bisa lewat karena sungai tertutup jembatan yang roboh,” terangnya.

Ia pun berharap ada penanganan segera dari pemerintah akibat ambruknya jembatan gantung tersebut. Dirinya juga meminta pertanggungjawaban pihak pelaksana pembangunan (kontraktor) jembatan gantung tersebut lantaran belum lama dibangun sudah roboh.

“Kita minta jembatan gantung ini bisa dibangun ulang. Dan dana yang digunakan kemarin kan dana provinsi ya nantinya diserahkan ke pemerintah provinsi untuk menindaklanjutinya. Jembatan ini baru dibangun sekitar 2017 lalu. Belum lama sudah roboh,” katanya.

Terkait ambruknya jembatan gantung sungai Cina, BPBD Melawi sudah menerjunkan tim ke lapangan. BPBD ingin melihat kondisi jembatan yang roboh secara langsung dan penyebabnya.

“Kita pun memantau ada tidaknya korban serta penanganan selanjutnya bagaimana,” kata Budiman, Kasi BPBD Melawi. (Dedi Irawan/rk)