SUNGAI RAYA – Jajaran Polres Kubu Raya berhasil menangani 13 perkara sepanjang Februari 2020. Wakapolres Kubu Raya, Kompol Amin Siddiq menerangkan dari 13 perkara tersebut sebanyak 6 Laporan Polisi (LP) yang ditangani Polres Kubu Raya yaitu, 3 perkara cabul 1 kasus pencurian dengan pemberatan,  1 kasus ilegal loging dan 1 kasus narkoba. Sedangkan 7 Laporan Polisi (LP) yang ditangani Polsek yakni 2 pencurian dengan pemberat di Sungai Ambawang, 3 penganiayaan ringan di Sungai Raya, 1 curanmor di Rasau Jaya II , dan 1 kasus pencurian dengan pemberatan di Terentang.

“Dari 13 perkara tersebut, hingga saat ini sebanyak 12 perkara dalam proses penyidikan dan satu perkara lainnya masih dalam proses lidik. Sedangkan jumlah keselurahan tersangka sebanyak 14 tersangka tindak pidana umum dan satu tersangka narkoba,” kata Amin Siddiq kepada wartawan, Senin (2/3) saat menggelar konferensi pers di Halaman Mapolres Kubu Raya seperti diberitakan Pontianakpost.co.id. 

Amin menerangkan dari 13  perkara yang ditangani tersebut, terdapat beberapa perkara yang dinilai menonjol seperti perkara pencabulan dengan pelaku sebanyak 3 orang dan korban 2 orang. “Untuk perkara pencabulan ini, baik pelaku maupun korban sama-sama merupakan anak di bawah umur,” jelasnya.

Kasus pencabulan ini terungkap, kata dia bermula dari tidak pulangnya korban ke rumah sehingga orang tuanya melapor  ke pihak Kepolisian. Setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, akhirnya pihak kepolisian menemukan korban dan para pelaku di rumah pelaku.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Charles B.N Karimar menambahkan, semula pelaku dan korban berkenalan via medsos, dan kemudian memutuskan untuk saling bertemu belum lama ini. “Sekedar meluruskan saja, di sini tidak ada penyekapan, antara korban dan pelaku memang saling mengenal. awalnya mereka ketemuan di sekitar Pontianak Kota kemudian mereka nongkrong di wilayah Kubu Raya kemudian dini hari si korban ini diajak ke rumah pelaku. Dan setelah kejadian tersebut korban memang tinggal beberapa hari di rumah pelaku, dan akhirnya setelah mendapat laporan dari orang tua korban akhirnya korban pun ditemukan di rumah pelaku,” paparnya. 

Menurutnya, korban masing-masing berumur 14 dan 16 tahun sedangkan para tersangka masing-masing berumur sekitar di bawah 17 tahun. Berdasarkan pengakuan pelaku dan korban, kata Charles, 2 tersangka mengakui telah melakukan hubungan badan dengan korban dan 1 tersangka lainnya hanya menyentuh alat vital korban.

Lantaran pelaku merupakan anak di bawah umur, lanjut Charles, maka akan dikenakan ancaman hukuman undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di bawah 9 tahun. “Meski  kondisi  korban tampak normal, tentunya nanti kami juga berupaya melakukan konseling terkait psikis korban,” ungkapnya.

Adapun kasus menonjol lainnya yakni kasus narkoba dengan tersangka AS (31) yang diringkus pihak kepolisian dikediamannya di Jalan Adisucipto Gang Lestari. “Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 klip plastik serbuk kristal diduga sabu dengan berat sekitar 0,14 gram, 1 paket daun ganja kering yang dibungkus kertas coklat dengan berat sekitar 0,76 gram, 1 buah timbangan elektrik,2 buah bong, 1 gulung almunium foil dan sejumlah alat bukti lainnya,” paparnya, seraya mengatakan usai diciduk tersangka dan barang buktinya digelandang ke Satresnarkoba Polres Kubu Raya. 

Wakapolres Kubu Raya, Kompol Amin Siddiq menambahkan, untuk kasus ilegal loging, pihak Polres Kubu Raya melakukan penangkapan pada ayah dan anak  dengan inisial R (65) dan A (37) di Dusung Ti kaya Desa Kubu, Kecamatan Kubu pada (13/2) sekitar pukul 12.30 wib.   Amin menceritakan saat proses penangkan, R dan A telah menebang kayu di kawasan hutan jenis kayu nyirih. Menurut pengakuan A, kayu nyirih yang telah ditebang tersebut diolah dan akan dijual kembali ke warga sekitar.  “Barang bukti juga sudah kami amankan seperti mesin pemotong balok kayu dan beberapa barang bukti lainnya,” pungkasnya. (ash)