SANGGAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI dari Batalyon 642 Kapuas di perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong mengungkap penyelundupan lebih dari lima kilogram narkotika jenis Sabu, Minggu (4/10) malam.

Danyon Satgas Pamtas 642 Kapuas, Letnan Kolonel (Letkol) Inf. Alim Mustofa membenarkan pengungkapan itu ketika dikonfirmasi Pontianak Post, Senin (5/10) siang. Satu orang atas nama Bun Andi (38), warga Kubu Raya ditangkap terkait dengan pengungkapan tersebut.

“Pada Minggu (4/10) sekitar pukul 18.40 telah diamankan seorang bernama Bun Andi umur 38 tahun yang beralamat di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Pria tersebut membawa narkoba jenis sabu diperkirakan seberat lima kilogram dalam kemasan plastik,” ungkapnya seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

“Sabu itu dikemas sebanyak lima paketan besar dan lima paket kecil dalam amplop surat diperkirakan satu paket kecil dengan berat diperkirakan sepuluh gram dan sisa sabu bekas pakai lelbih kurang satu gram yang dimasukkan dalam tas rangsel berwarna hitam,” katanya menambahkan.

Alim menceritakan, pada Sabtu (3/10), Tim Intel Gabungan yang terdiri dari Satgas Bais TNI Wilayah Entikong, Satgas Intel Koopsdam XII Tanjungpura, Intel Satgas 642 Kapuas dan Unit Intel Kodim 1204 Sanggau menerima informasi bahwa akan melintas seorang yang diduga pekerja migran Indonesia ilegal dengan membawa sabu.

Kemudian, pada Minggu (4/10) pukul 09.00 WIB, tim gabungan intelijen berkordinasi dengan Dansatgas Pamtas 642 Kapuas bahwa akan ada melintas seorang yang diduga membawa narkoba jenis Sabu. “Informasi itu saya tindaklanjuti dengan memerintahkan anggota melaksanakan penyekatan di jalur yang diduga akan dilalui oleh orang yang dimaksud,” ujarnya. 

“Pukul 09.30 WIB, angota Satgas Pamtas 642 Kapuas memasuki kedudukan pos yang sudah ditunjuk oleh gabungan tim intelijen. Pada pukul 18.40 WIB, anggota Pos Kotis Gabma Entikong melihat seorang pria yang mencurigakan, diduga PMI ilegal melintas di jalur JIPP sektor kiri Desa Entikong. Lalu, tim jaga melaksanakan pemeriksaan terhadap pria itu yang diketahui bernama Bun Andi,” terangnya.

“Setelah diperiksa, pria itu kedapatan membawa Sabu sebanyak tiga kilogram yang disimpan dalam tas rangsel berwarna hitam. Selanjutnya, temuan itu dilaporkan ke tim gabungan intelijen,” tambahnya.

Ketika diperiksa oleh tim gabungan intelijen TNI, pria itu menyampaikan hanya membawa sebanyak tiga kilogram Sabu. Kemudian didalami oleh tim gabungan dan akhirnya diakui bahwa dua kilogram Sabu lainnya sengaja dibuang ke semak–semak dengan ditutupi pakaian. Usai ditemukan, pria tersebut (bersama barang berupa Sabu) dibawa ke Pos Kotis 642 Kapuas.

“Dari interogasi lebih lanjut, sejumlah barang yang berhasil disita diantaranya Sabu seberat lima kilogram yang dibungkus dalam lima kemasan plastik. Kemudian, lima paket kecil dalam amplop surat diperkirakan satu paket kecil 10 gram dan sisa sabu bekas pakai lebih kurang satu gram yang dimasukkan dalam tas rangsel berwarna hitam. Juga disita alat komunikasi dan sejumlah identitas milik pria itu,” ujarnya.

Kepada Pontianak Post, Alim juga menyampaikan bahwa kasus Sabu tersebut telah dilimpahkan kepada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk ditindaklanjuti. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Sanggau, Sudijarto, dikonfirmasi via seluler membenarkan bahwa proses pelimpahan kasus tersebut dilakukan pada Senin pagi. “Iya betul. Kasus sabu lima kilogram yang ditangkap rekan–rekan TNI dilimpahkan ke BNN. Tadi diserahterimakan melalui saya,” katanya. (sgg)