PROKAL.CO,

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan cukup sulit melihat asal muasal kluster pandemi covid 19 saat ini. Pasalnya penyebaran covid 19 kini sudah semakin banyak. “Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Pontianak saat ini terdapat 63 orang yang masih menjalani isolasi. Beberapa kasus berasal dari tenaga kesehatan, klaster keluarga dan perkantoran,” ungkap Edi Rusdi Kamtono, (5/10).

Diberitakan pontianakpost.co.id, penanganan pandemi covid 19 di Kota Pontianak kini semakin sulit untuk melihat klusternya. Pasalnya temuan kasus positif covid sudah semakin banyak. Sehingga ketika ditanya kluster, ia menyatakan agak sulit mencari muasal virus ini. Sebagai contoh lanjut Edi, jika seorang suami yang bekerja sebagai dokter terpapar covid 19. Di rumah ia miliki istri seorang guru yang ikut terpapar covid. Besar kemungkinan jika sang istri juga bisa menularkan ke lingkungan tempat ia mengajar.

Oleh karena itu, kluster saat ini sudah masuk pada tahapan transmisi lokal. Semakin sulit untuk melacaknya. Dirinya meminta masyarakat untuk menjaga imunitas. Kemudian mentaati penerapan protokol kesehatan.

Dirinya menyampaikan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan membantu Kota Pontianak dalam pengadaan alat PCR. Sehingga pemerintah Kota Pontianak tengah mempersiapkan laboratoriumnya. Dengan alat tersebut bisa mentracking masyarakat dan hasil yang cepat. “Kita bisa memutus klaster penyebaran, ketika makin banyak sembuh akan bagus,” katanya.

Sebelumnya Anggota DPRD Kota Pontianak Mujiono telah meminta pemerintah membeli mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai langkah percepatan uji usap (swab) yang dilakukan ditataran masyarakat. Hasil tes uji usap yang berlarut menjadi dasar pemerintah harus miliki mobil PCR.

“Saya melihat hasil uji usap yang dilakukan saat ini membutuhkan waktu dua hari bahkan seminggu. Dalam rentang waktu itu, masyarakat yang di uji usap dibuat tak tentu dan timbul kekhawatiran karena mesti menunggu hasil tes tersebut,” terang Mujiono. Dengan memiliki mobil PCR, ia meyakini proses uji usap yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak akan semakin cepat. Seperti saat ini, uji usap dilakukan di laboratorium milik Rumah Sakit Untan.