PROKAL.CO,

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Sueb mendorong sektor “persemakmuran” untuk terus menggenjot pasarannya ke luar  Kalbar. Hampir sepanjang tahun sektor ini menjanjikan pendapatan signifikan bagi daerah. Beragam sektor tersebut di antaranya pertanian hortikultura, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Total nilai ekspornya per tahun mencapai ratusan miliar rupiah.

“Beragam sektor dalam bidang persemakmuran berpotensi menjadi andalan ekspor masa depan bagi Kalbar. Harus digenjot sehubungan dengan keberadaan Pelabuhan Internasional Mempawah yang sebentar lagi bakalan beroperasi,” tukasnya.

Politisi Hanura Kalbar ini menyampaikan hal itu setelah rapat kerja beberapa organisasi perangkat daerah di Kalbar. Dalam bidang perkebunan, nilai ekspornya per tahun mencapai Rp350 miliar lebih. “Ekspor Kalbar didominasi dalam bentuk CPO. Itu pun tercatat melalui pelabuhan transit di Sumatera Utara atau pelabuhan luar Kalbar,” ujarnya seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Nah, seandainya Pelabuhan Mempawah sudah berhasil untuk kegiatan ekspor impor, diprediksi nilai ekspornya per tahun mencapai Rp1,5 triliun lebih. Dengan keberadaan Pelabuhan Mempawah  juga dapat menghemat biaya pengeluaran dari perusahaan atau pelabuhan sendiri.

Sektor lain di samping perkebunan adalah pertambangan dan industri lain. Bidang ini juga menyumbang total ekspor yang tidak kecil meski belakangan segala bidang terkait pertambangan ditangani pemerintah pusat.

Ekspor bidang hortikultura juga nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Komoditas utamanya seperti pisang, sayur-mayur dan buah-buahan. Nilai totalnya mencapai Rp7 miliar. Sementara tanaman pangan menyumbang nilai ekspor mencapai Rp275 juta. Hal itu karena sebagian besar produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal yang tidak mencukupi. “Sebagian malah diambil dari Jawa kebutuhan kita,” ujarnya.