PROKAL.CO,

Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak terancam hukuman mati karena menjalankan bisnis haram bersama istrinya. Dia adalah Pak Cu (37), yang mengikutsertakan istrinya, Yuni (23), dalam kasus penyelundupan narkoba dengan barang bukti 1,24 kilogram sabu-sabu.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

PAK Cu merupakan warga Sekayam, Kabupaten Sanggau, yang masih menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Pontianak dalam kasus serupa. Ia tak jera melakukan kejahatan yang sama. Sementara Yuni adalah warga Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur. 

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak, Aji Satrio P menjelaskan bagaimana pelaku yang sudah lebih dari sekali melakukan kejahatan serupa atau residivis, akan lebih berat hukumannya.

“Kalau hukum pidananya tergantung dari berapa berat dan banyaknya narkoba. Tapi, kalau untuk otaknya, kita bedakan dari segi hukumannya. Karena dia berperan aktif dalam pengadaan sabu ini,” jelas Aji di sela-sela pemusnahan  barang bukti sabu-sabu seberat 1,24 kilogram di halaman Mapolresta Pontianak, Selasa (30/3).