PROKAL.CO,

 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat siap mendukung upaya peningkatan produktivitas padi di Kalbar. Saat ini produktivitas padi di wilayah Kalbar masih sekitar 2, 9 ton per hektare.

“Saat ini Kalbar produktivitasnya masih di bawah 3 ton per hektare. Itu menjadi tantangan. Kalau begitu kapan maju Kalbar. Kami siap mendukung untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai saat melakukan panen perdana padi di Kubu Raya, Sabtu (3/4).

Sebagai bentuk dukungan, BPTP Kalbar bertugas merakit, menghasilkan, diseminasi dan mengembangkan inovasi pertanian unggul spesifik lokasi sesuai kebutuhan pengguna. Salah satunya adalah varietas unggul baru (VUB) padi seperti varietas lnpago 9, Baroma, lnpari lR Nutri Zinc dan Pamelen dengan potensi hasil tinggi. 

“Pada musim kemarau 2020-2021, BPTP Kalbar telah melakukan percontohan atau Demfarm budi daya VUB padi potensi hasil tinggi di IP2TP Sungai Kakap. Hasilnya ubinan saat panen ini enam ton per hektare,” katanya.

Dalam panen perdana tersebut, hadir Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang didampingi Kadis Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum, Kadis Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai dan pihak lainnya. Pada kesempatan itu hadir pula Anggota DPR RI Dapil II Kalbar, Maria Lestari.

“Pada saat saya jadi Gubernur Kalbar, data produksi gabah kering giling atau GKG Kalbar 1,7 juta ton atau setara 1,2 ton beras. Kebutuhan konsumsi beras dan industri hanya 600 ribu ton. Itu artinya surplus,” jelas dia.