PROKAL.CO,

Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau menjatuhkan vonis dua bulan dua puluh hari dan denda satu juta rupiah kepada terdakwa Dwi Gusmawan, warga Nanga Mahap, Sekadau terkait dengan perkara kepemilikan satwa yang dilindungi.

Humas PN Sanggau, Muhammad Nur Hafizh mengatakan sidang putusan tersebut dilakukan secara virtual dengan terdakwa Dwi Gusmawan yang memiliki, memelihara, menyimpan dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

“Majelis hakim yang diketuai Yuristi Laptimoni, SH menjatuhkan pidana penjara dua bulan dua puluh hari dan denda satu juta rupiah, subsidair sepuluh hari kurungan bila denda tidak dibayar,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Kamis (1/4). 

Dikatakan Hafizh, terdakwa terbukti melanggar Pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 huruf a Undang–undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati dan Ekosistem. Adapun barang bukti berupa tiga ekor Binturong, satu ekor Kucing Luwuk dan satu ekor Elang Wallace.

“Ada sejumlah pertimbangan yang meringankan bagi terdakwa (dalam amar putusan) sehingga putusan lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni empat bulan, denda tiga juta rupiah subsidair satu bulan kurungan,” katanya.

Terkait dengan perkara tersebut, Hafizh menyampaikan bahwa awalnya hewan–hewan tersebut diburu. Salah satunya, Elang Wallace milik terdakwa yang dibeli dalam kondisi terluka akibat tertembak. Elang tersebut kemudian dibeli oleh terdakwa dan dipelihara.