PROKAL.CO,

 Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji melantik Ani Sofian sebagai Penjabat (Pj) Bupati Sekadau di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (1/4). Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar pelaksanaan Penghitungan suara ulang di sebanyak 65 tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Belitang Hilir berkalan dengan baik.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam amar putusan, Jumat (19/3), mengabulkan sebagian permohonan calon nomor urut 2 Rupinus-Aloysius di Pemilihan Bupati Sekadau. KPU Sekadau diperintahkan melakukan penghitungan suara ulang di 65 TPS. Pelaksanannya dijadwalkan berlangsung pada 12-16 April 2021.

Midji juga meminta Forkopimda Sekadau, seperti Kajari, Dandim, Kapolres, Sekda dan Perangkat Daerah memastikan jalannya penghitungan ulang Pilkada 2020 berjalan dengan baik. Dengan demikian ke depan tidak ada lagi kendala lain untuk pengusulan jabatan bupati yang definitif. “Saya berharap sebelum tanggal 17 (April), seluruh kelengkapan sudah ada di provinsi. Sehingga 18 (April) atau pun hari itu juga akan langsung bawa ke Kemendagri dan pelantikan serentak tahap dua itu tanggal 26 April,” ujarnya.

Selain itu, Midji sapaan akrabnya juga memerintahkan Pj Bupati Sekadau melakukan pendataan hal-hal yang perlu dipertahankan dan hal-hal yang harus diperbaiki di daerah tersebut. Terutama yang paling penting dalam menghadapi pemerintahan ke depan yakni tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. “Semua hendaknya dilakukan secara transparan dan dengan menggunakan sistem elektronik,” pesannya.

Termasuk soal keuangan, ia mendapat informasi bahwa aksesnya cukup sulit. Harapannya Ani Sofian bisa menyelesaikan persoalan itu. Semua harus serba terbuka. “Keuangan daerah itu harus transparan dan semua program yang sudah direncanakan harusnya transparan juga. Masyarakat harus tahu semuanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Apapun yang ingin kita lakukan pasti pada masa ini bisa ditelusuri dan diketahui,” harapnya

Kemudian masalah Covid-19, Gubernur Kalbar tak henti-hentinya mengingatkan agar harus menjadi perhatian. Karena jika tidak dikendalikan dengan baik penanganan Covid-19 akan sulit dilakukan.