PROKAL.CO,

Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kota Pontianak menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku adalah mantan kepala ruangan ICU Bedah berinisial NS. Korban mengalami tindakan pelecehan seksual sejak 2015 hingga 2021.

Korban akhirnya melaporkan kasus pelecehan itu kepada pihak yayasan, setelah mendapatkan bukti rekaman suara pelaku yang mengakui perbuatannya dan selembar surat pernyataan pengakuan dari pelaku.

Di dalam surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani pelaku pada 21 Januari 2021 itu, pelaku mengaku bahwa benar jika dirinya telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Tindakan itu tidak pantas, telah merendahkan martabat korban sebagai seorang wanita, istri dan ibu. Bahwa atas perbuatan itu, pelaku memohon maaf kepada korban dan seluruh keluarga besarnya. Pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tidak pantas secara moral, hukum dan agama.

Korban melapor karena sudah tidak kuasa menahan tindakan pelecehan yang berulang kali dilakukan pelaku. Pengaduan itu diproses yayasan Dharma Insan. Oleh pihak yayasan, pelaku diberhentikan dari pekerjaannya. Namun miris, korban yang harusnya mendapatkan perlindungan, juga mendapatkan hukuman. Melalui surat keputusan yang dikeluarkan pada Februari 2021, korban disanksi dengan diturunkan pangkat dan golongannya satu tingkat.

Kuasa hukum korban, Ike Florensi Soraya mengatakan, kasus pelecehan seksual yang dialami kliennya terjadi sejak 2015 sampai dengan 2020. Bermula ketika korban mendapat tugas di ruang ICU. Pelaku adalah kepala ruangan ICU.

Ike menjelaskan, setelah sekian waktu bekerja di ruang ICU, korban dipanggil oleh pelaku masuk ke dalam ruangannya. Di sana, pelaku langsung menutup pintu dan menguncinya. “Korban ini berpikir kalau akan membicarakan pekerjaan. Tetapi ternyata pelaku menciumnya. Sempat ditolak namun pelaku melakukan pemaksaan,” kata Ike, Minggu (4/4).