PROKAL.CO,

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yuliardi Qamal menilai penyegelan Wisma Nusantara sebagai peringatan bagi hotel lain agar memperketat prosedur penecegahan prostitusi anak di Kota Pontianak.

“Artinya Pemkot Pontianak tidak main-main terkait masalah ini. Apalagi infonya Wisma Nusantara sudah mendapat empat kali peringatan. Ini menjadi warning bagi hotel lainnya untuk memperketat pengawasan,” ujarnya kepada Pontianak Post.

PHRI sendiri, kata dia, sudah berulang kali menginstruksikan kepada semua anggota PHRI Kalbar untuk tidak menerima anak di bawah umur untuk menginap di hotel bila tidak bersama orang tuanya. Hal ini guna mencegah praktik prostitusi anak yang belakangan marak terjadi di Pontianak.

"Terus terang, dengan ditemukannya anak di bawah umur, apalagi yang statusnya masih pelajar, berada di kamar hotel dan menginap dengan laki-lagi bukan pasangan sahnya, ini menjadi beban moril bagi kami,” tuturnya.

Yuliardi juga menyatakan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan. Identitas setiap tamu yang akan menginap akan dicek dan dicocokkan.  “Jika tidak sesuai, tidak akan kita izinkan untuk menginap,” katanya.

Seluruh hotel anggota PHRI Kalbar juga diminta mendeteksi setiap tamu, mulai dari tempat parkir. Petugas sekuriti pun harus menjaga lebih ketat, untuk menghindari kemungkinan lolosnya anak-anak yang di bawah umur.