PROKAL.CO,

 Kasus terkait minuman keras dan premanisme masih mendominasi di Kabupaten Bengkayang. Hal ini terungkap dalam press release hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) yang dilaksanakan Polres Bengkayang, kemarin. Ops Pekat tersebut berlangsung selama dua pekan sebelumnya (29 Maret-11 April).

“Untuk wilayah Kota Bengkayang, yang menonjol adalah kasus miras dan premanisme. Ini bisa dilihat dari hasil operasi yang sejauh ini telah kita lakukan. Ke depan kita  berharap pelaksanaan kegiatan Ramadan dan Idulfitri dapat berjalan dengan baik, aman dan tentram,” kata Kapolres Bengkayang, AKBP Natalia Budi Darma saat kegiatan press release, di halaman Mapolres Bengkayang, Senin (12/4).

Darma menyebutkan, press release dilakukan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemusnahan barang bukti (BB) hasil Ops Pekat yang telah dilangsungkan di seluruh wilayah hukum Polres Bengkayang.

“Bukti kerja keras semua pihak dalam mengungkap kejahatan di masyarakat. Operasi pekat kali ini kita diberikan tujuh TO (target operasi) yang terdiri dari perjudian, miras, prostitusi, premanisme, narkotika, petasan dan sajam,” ungkap Kapolres. Menurutnya, Ops Pekat dimaksudkan untuk menciptakan situasi yang kondusif pada saat bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Antonius Trias Kuncorojati menambahkan, dalam Ops Pekat kali ini, Polres Bengkayang berhasil mengungkap sebanyak 101 kasus. Paling banyak adalah kasus miras. “Kita berhasil mengungkap 101 kasus. Kasus miras sebanyak 43 kasus,” ujarnya.

Dari 101 kasus tersebut, kata Antonius, ada lima tersangka yang diamankan, yakni empat tersangka perjudian dan satu tersangka narkotika. “Yang lainnya kita lakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan. Kemudian juga ada yang di-tipiring,” pungkas Antonius. (sig)