PROKAL.CO,

 Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kayong Utara, Al Ghazali mengungkapkan, selama tahun 2021 hingga bulan April, pihaknya menerima  empat laporan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur. Salah satu pelakunya, sebut dia, merupakan oknum guru honorer.

“Kalau tahun ini karena baru awal tahun masih blm bisa kami asumsikan. Cuma tren nya naik dari tahun sebelumnya, tahun ini sampai hari ini sudah empat kasus seksual anak yang masuk ke kami. Kami tetap melakukan pendampingan,” terang Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kayong Utara, Al Ghazali, kepada Pontianak Post, Selasa (13/4).

Dikatakan dia, mengenai kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian, salah satunya pelaku merupakan oknum guru honorer di Kayong Utara. “Masih di Polres, menunggu pelimpahan ke Kejaksaan,” katanya dilansir pontianakpost.co.id.

Ia berharap, berkaitan dengan hal ini, kepada para pelaku yang sudah ditangani oleh penegak hukum dapat dikenakan sanksi yang setimpal. “Harapan saya hukuman yang nanti dijatuhkan dapat semaksimal mungkin, agar ada efek jera, dan pembelajaran bagi setiap orang. Apalagi mengingat beliau (oknum guru, Red) sebagai tenaga pengajar yang seharusnya melindungi,” tegasnya.

Sementara itu,  salah satu warga, Robi mengatakan,  mengenai pelaku yang terlibat dalam kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, ia berharap para pelaku yang ada dapat dikenakan sanksi yang setimpal. “Penegak hukum harus memberikan sanski yang tegas, agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang dikemudian hari,” tambah dia.  (dan)