PROKAL.CO,

 Tahun ini merupakan Ramadan kedua sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020 lalu. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini masjid-masjid dipersilahkan melaksanaan ibadah tarawih berjemaah. Namun demikian pelaksanaannya wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengingatkan para pengurus masjidse-Kalbar untuk menerapkan prokesdalam setiap pelaksanaan ibadah keagamaan.”Saya berharapsemua masjid yang menyelenggarakan tarawih, kuliah subuh atau kegiatan kegamaan lainnya, hendaknya betul-betul menerapkan prokes yang ketat,” ungkapnya usai mengikuti Rakor Sinergitas Keamanan dan Penegakan Hukum dalam rangka menyambut Ramadan dan Mudik Idulfitri 1442 Hijriah bersama Menkopolhukam, Mendagri dan Menteri Agamasecara virtual, Senin (12/4).

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap masing-masing Satgas Covid-19 kabupaten/kota bisa menjaga daerahnya. Jangan sampai terjadi peningkatan penularan Covid-19. Daerah yang sudah berada di zona kuning atau tingkat risiko penularan Covid-19 rendah jangan sampai berubah menjadi orange atau sedang.

Selain itu, Midji sapaan akrabnyajuga meminta pengurus masjid menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun. Kondisi air juga harus dipastikan selalu tersedia. Dengan demikian setiap jemaahbisamembersihkan tangan sebelum masuk ke masjid. Selain itu jika ada jemaah yang melaksanakan ibadah di masjid tanpa menggunakan masker, pengurus masjid diimbau tak seganmenegurnya.

“Saya berharap prokes harus menjadi pedoman bagi pengurus masjid. Kalau ditemukan jemaah yang tidak pakai masker, pihak pengurus harus menegur untuk tidak masuk ke masjid dan meminta jemaah tersebut salat di rumah,” tegasnya.

Selain di tempat ibadah, pemerintah juga bakal mengawasi pasar-pasar juadah atau pasar ramadan yang menjual makanan untuk berbuka puasa. Para penjual takjil diimbau menerapkan prokes secara ketat. Apabila ditemukan pedagang dan pembeli yang beraktivitas tidak menerapkan prokes, pihaknya bakal membubarkan pasar tersebut. “Pasar takjil diperbolehkan. Namun akan dilakukan pengawasan ketat oleh petugas keamanan. Kalau menimbulkan kerumunan, bubarkan saja,” pungkasnya. (bar)