PROKAL.CO,

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Bernard Saragih mengatakan, tingginya angka penularan Covid-19 di Kabupaten Sintang bukan lantaran kurang seriusnya penanganan. Melainkan sebaliknya. Dengan contact tracing cepat yang dilakukan Satgas, penularan Covid-19 jadi cepat diketahui.

“Banyaknya temuan konfirmasi Covid-19 itu karena Satgas aktif melakukan tracing. Jadi (zona) orange kita itu bukan karena kita tidak intensif melakukan tindakan-tindakan, baik pengisolasian maupun tracing,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang ini, Senin (12/4).

Terkait naiknya angka kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sintang beberapa waktu belakangan, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sintang pun telah menyampaikan beberapa rekomendasi. Seperti memperketat masuknya orang dari luar Sintang.

“Seperti bis atau taksi yang masuk ke Sintang menunjukkan dokumen rapid test antigen. Untuk mengantisipasi kondisi lonjakan kasus yang ada di Sintang ini,” katanya. Karena pasien Covid-19 di Sintang didominasi oleh pelaku perjalanan dari luar daerah atau interaksi dengan orang dari luar daerah.

Menanggapi usulan tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang akan berkirim surat kepada agen-agen bis dan taksi yang ada di Sintang dan yang mempunyai trayek ke Sintang. Untuk meminta bantuan mensosialisasikan kepada penumpang untuk membawa dokumen yang menyatakan bebas Covid-19.

Kata Bernard Saragih, Satgas juga akan menggalakkan kembali razia-razia protokol kesehatan. Terutama terkait kerumunan dan penggunaan masker. “Masyarakat kita ini sudah kendor disiplin protokol kesehatannya. Karena merasa Covid-19 ini sudah berkurang. Padahal di Sintang ini sangat tinggi lonjakannya,” ucapnya.