PROKAL.CO,

etelah 15 tahun dalam pelarian, terpidana kasus tindak pidana pembalakan liar (illegal logging), Prasetyo Gow alias Asong akhirnya ditangkap tim Tinggi Kalimantan Barat bersama Intelijen Kejaksaan Agung di sebuah apartemen The Royal Spring Hill Residence, Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Kemayoran di Jakarta Utara, Rabu (22/4).

Dengan dikawal petugas kejaksaan, terpidana illegal logging tersebut dibawa ke Pontianak dengan menggunakan pesawat Batik Air, pukul 12.00. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi mengatakatan, dalam pelarian Prasetyo Gow alias Asong telah terpantau lama. Namun baru berhasil ditangkap setelah pihak kejaksaan dapat memastikan identitas yang bersangkutan.

Menurut Masyhudi, selama pelarian, yang bersangkutan menggunakan nama atau identitas palsu. “Tim di lapangan harus berhati-hati, supaya jangan sampai salah tangkap,” kata Masyhudi seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, Prasetyo Gow mengubah identitasnya menjadi Tjhia Tjhun Fen, dengan tempat tanggal lahir 21 desember 1959 di Singkawang. Dalam pelariannya, Asong juga melakukan operasi plastik dengan mengubah bentuk wajah pada hidung dan rahang.

“Para DPO atau buron yang sekarang masih ada, sebaiknya menyerahkan diri saja. Karena bagaimana pun di tempat pelarian itu tidak enak, was-was, tidak tenang. Sebaiknya menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Masyhudi dalam keterangan persnya, Jumat (23/4) sore. “Hanya masalah waktu saja. Mau diubah identitasnya juga, akan ketahuan. Cepat atau lambat akan ketahuan,” sambungnya.

Dikatakan Masyhudi, terkait dengan pergantian identitas palsu tersangka, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenkumham dan Kantor Imigrasi. Menurutnya, yang bersangkutan diketahui beberapa kali melakukan pelarian ke luar negeri. “Agar tak terdeteksi, pelaku ini menggunakan nomor telepon luar negeri (Singapura),” ujarnya.