PROKAL.CO,

Larangan Mudik Lebaran 2021, bagi warga di Kalimantan Barat mau tidak mau berdampak ke segala lini usaha. Salah satu yang mengalami langsung adalah supir taksi antar Kabupaten/Kota yang sering beroperasi mengantarkan penumpang balik kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Tahun ini cukup suramlah. Mulai tanggal 6 Mei, aktivitas kami sampai beberapa hari ke depan tidak bisa lagi mengantar penumpang ke seluruh kabupaten/kota di Kalbar. Cukup terpukul lah kami,” kata Adnan sapaan supir taksi yang mengantar penumpang dari Pontianak-Mempawah-Singkawang hingga ke Kabupaten Sambas.

Menurutnya kebijakan pengetatan keluar masuk Kalbar hingga Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyediakan sekitar 700 kamar isolasi bagi yang nekat melakukan mudik lebaran jelas membuat pukulan telak bagi para supir taksi antar kabupaten/kota.

“Jelas lah, kalau kami antar penumpang karena memang mereka akan balik kampung. Entah karena merayakan lebaran atau memang karena rumahnya di kabupaten/kota di antar. Tanggal terakhir kami beroperasi hanya tanggal 5 Mei. Selebihnya kami meliburkan diri dong,” ucapnya.

Adnan menyampaikan bahwa dirinya sudah terbiasa mengatarkan penumpang ke kabupaten lain sampai menjelang H-1 lebaran. Tahun-tahun sebelumnya pendapatan juga meningkat tajam dan drastis. “Tahun ini, binggung dan pasrah saja kepada tuhan. Larangan mudik membuat pendapatan untuk anak istri saya, menjelang lebaran sangat tajam sekali turunnya,” ujar dia.

Pria dengan tiga anak ini tidak tahu harus berbuat apa. Sebab, profesinya sebagai supir sudah tujuh tahun lebih dijalanin. Dia membesarkan anak istrinya memang dari profesi sebagai supir. Terlebih menjelang lebaran, anak-anaknya hanya minta dibelikan baju baru. “Intinya saya pasrah saja, nggak bisa berbuat apa-apa. Harusnya pemerintah Kalbar membuat kebijakan pengetatan Covid-19 tetapi ada solusi bagi yang terdampak seperti kami,” ucapnya.