PROKAL.CO,

Warga Desa Baya dan Nimpa akan ancam tidak menggunakan hak pilihnya alias golput pada Pemilu 2024. Hal tersebut disampaikan warga sebagai wujud kekesalan mereka yang menilai pemerintah pusat telah mengalihkan atau menggeserkan pembangunan jalan jalur Baya-Nimpa Kecamatan Ledo ke tempat lain.

Seperti yang diketahui bahwa rencana pembangunan jalan tersebut sudah disetujui dan dianggarkan oleh pemerintah sebesar Rp9,3 miliar dari Dana Alokasi Khusus ( DAK) 2021.

Menurut warga yang juga merupakan Juru Bicara Inisiator Pertemuan Hearing bersama DPRD Kabupaten Bengkayang Jamil menyatakan bahwa anggaran pembangunan Jalan Baya-Nimpa tersebut sudah ketuk palu dan masuk dalam SIPD (Program Sistem Informasi Pembangunan Daerah) yang terkoneksi dengan Kemendagri, dan sudah siap tender. 

Jamil menceritakan, pembangunan jalan Baya-Nimpa diketahui oleh masyarakat pada 8 Januari 2021 lalu melalui SIPD. Tentu kabar tersebut disambut baik dan gembira oleh masyarakat.

“Dari SIPD tersebut saya sampaikan kepada kades dan masyarakat jalur Baya-Nimpa. Masyarakat sangat-sangat senang mendengar berita baik tersebut. Namun pada tanggal 9 April 2021, kami mendengar berita buruk bahwa pembangunan jalan tersebut dialihkan ketempat lain. Jelas kami sebagai masyarakat sangat kecewa dan marah, maka kemarin kita hearing bersama DPRD,” jelas Jamil disela-sela pertemuan

Hearing di Kantor DPRD Kabupaten Bengkayang, Selasa (4/5) siang, itu bertujuan untuk mempertanyakan perihal pengalihan pembangunan jalur Baya-Nimpa ke daerah lain.