PROKAL.CO,

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro menghimbau kepada masyarakat muslim di Kabupaten Landak agar dapat mematuhi surat edaran dari Menteri Agama Republik Indonesia dengan tidak melakukan takbiran keliling dan konvoi kendaraan.

“Kami dari jajaran kepolisian menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Landak yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, untuk melaksanakan malam takbiran dirumah saja atau ditempat ibadah tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Karena jika kita melaksanakan takbir keliling baik melalui konvoi, arak-arakan yang nantinya berpotensi terjadinya penularan Covid-19 yang akan meyebabkan kluster baru,” imbau Ade Kuncoro di Mapolres Landak, Selasa (11/5).

Ajakan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran Nomor : SE 07 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan shalat idul fitri tahun 1442 hijriyah/2021 disaat Pandemi Covid-19 dari Menteri Agama Republik Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 06 Mei 2021 dengan tujuan memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri tahun 1442 H/2021 dan membantu negara untuk menyelamatkan masyarakat dari paparan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal ini juga mengatur tentang malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka menggaungkan asma Allah sesuai yang diperintahkan agama, dapat dilaksanakan di semua masjid dan musala dengan ketentuan yakni dilaksanakan secara terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian, namun kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan musala.

Hal senada juga disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa untuk mengajak masyarakat muslim Kabupaten Landak dapat merayakan Idul Fitri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan sehingga setelah Hari Raya Idul Fitri tidak ada lonjakan kasus COVID-19.