PROKAL.CO,

Hujan yang turun sejak Selasa (18/5) hingga Rabu (19/5) malam, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas kebanjiran. Seperti yang terjadi di beberapa dusun di Desa Lumbang Kecamatan Sambas.

Hasil pantauan koran ini di Dusun Penyengat Desa Lumbang misalnya. Pada Rabu (19/5) pagi, air masih terlihat menggenangi sejumlah rumah warga dibeberapa RT. Tak hanya itu, fasilitas umum seperti halaman masjid kemudian jalan juga tak luput terkena luapan air yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan air pasang yang terjadi.

Kondisi tersebut pun membuat sejumlah pengendara sepeda motor, berbalik arah karena tak berani melewati tingginya air yang menggenangi jalan. Namun kondisi air yang menggenangi sejumlah tempat, dimanfaatkan anak-anak untuk berenang maupun bermain air dengan ban dalam mobil. “Tadi waktu lewat, sejumlah jalan di Desa Lumbang dan rumah warga terkena banjir,” kata Muhammad, warga Sambas yang sempat putar arah karena jalan di Desa Lumbang kebanjiran.

Diberitakan pontianakpost.co.id, Kapolsek Sambas, AKP Abdul Mutholib menyebutkan pihaknya juga sudah memantau kondisi banjir yang terjadi di beberapa dusun di Desa Lumbang. “Kami sudah cek ke lokasi banjir yang ada di Desa Lumbang Kecamatan Sambas,” katanya.

Hasil monitoring, ada beberapa 7 RT yang terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 50 sentimeter hingga satu meter. “Ada sekitar 700 KK atau rumah warga yang terdampak banjir di beberapa RT yang ada di Dusun Penyengat Desa Lumbang,” kata Kapolsek Sambas. Mulai dari wilayah RT 2 hingga RT 7 Dusun Penyengat, kondisi ketinggian 50 hingga 80 sentimeter, kurang lebih 80 rumah air masuk hingga ke lantai rumah setinggi 20 sampai 30 sentimeter dan ketinggian air dijalan hingga 50 sentimeter.

Meski demikian, warga yang rumahnya terdampak banjir, belum ada pengungsian. “Warga masih bertahan dirumahnya, namun untuk barang-barang yang rawan terkena air sudah diamankan,” katanya.