PROKAL.CO,

Sejak dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia langsung tancap gas. Salah satunya dengan mempercepat realisasi investasi di daerah-daerah, termasuk di Kalimantan Barat (Kalbar).

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber talk show investasi daerah bersama Kadin Kalbar di Hotel Aston Pontianak, Kamis (27/5). Dalam kesempatan itu ia sempat memuji pertumbuhan invetasi di Kalbar yang terus meningkat meski di tengah situasi pandemi.

“Dan di Kalbar harus jujur saya katakan sejak 2018 pertumbuhan investasinya hanya Rp13 triliun. Pada 2019 naiknya Rp15 triliun hampir Rp16 triliun. Tahun 2020 di era pandemi Covid-19, Kalbar mencapai Rp20,20 triliun,” ungkapnya kepada awak media.

Diberitakan pontianakpost.co.id, grafik investasi yang terus meningkat di Kalbar menurutnya tidak terlepas dari respon dan kebijakan proaktif pemerintah. Dalam hal ini, gubernur Kalbar dinilainya telah mampu mengkaji dan menyesuaikan persoalan yang ada pada tataran domestik.

Karena dalam hal investasi, lanjut dia tidak akan mungkin bisa berjalan jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak bersinergi. Atau bisa juga disebabkan pemerintah daerah tidak mampu melakukan pemetaan masalahnya secara detail. “Dan saya lihat di Kalbar sudah mulai mengarah ke sana. Sudah bagus ini tinggal kita tingkatkan bagaimana investasinya bisa masuk,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bahlil juga sempat berdiskusi dengan Gubernur Sutarmidji dalam rangka mempercepat realisasi investasi di daerah ini. Sekaligus melakukan identifikasi terhadap kendala apa saja yang terjadi di Kalbar.