PROKAL.CO,

Makam I Fatimah Daeng Takontu Karaeng Campagaya di Tanjung Matowa, Pulau Temajo, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat belakangan ini menarik perhatian publik. Terlebih beredarnya kabar telah terjadi dugaan perusakan dan ancaman penggusuran.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Pontianak Post melakukan penelusuran keberadaan I Fatimah Daeng Takontu Karaeng Campagaya yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah menjadi Bencana Cagar Budaya (BCB) sejak 2012 silam. Tak disangka, banyak fakta-fakta menarik yang ditemukan Pontianak Post saat melakukan penelusuran di lokasi makam tersebut.

Seperti apa kisahnya, ikuti perjalanan Pontianak Post dalam mencari jejak sejarah keberadaan Putri Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin di tanah Galaherang Mempawah.

Perjalanan kami dimulai pada Kamis (3/4) pagi. Pontianak Post bersama awak  media cetak maupun online di Kabupaten Mempawah memulai pencarian di Pulau Temajo, Kecamatan Sungai Kunyit. Jam menunjukkan pukul 09.00,  kami memulai keberangkatan dari dermaga di Jalan Nelayan Sungai Kunyit.

Cuaca saat tampak cerah, sinar matahari terasa pekat menyengat kulit. Pagi itu, kondisi air laut sedang surut, sehingga motor air yang kami tumpangi tak bisa merapat ke dermaga. Terpaksa, kami menyewa sampan kecil untuk menuju motor air yang telah menunggu.

Setelah semua penumpang dan logistik diangkut ke motor air, perjalanan menuju ke Pulau Temajo dilanjutkan. Tujuan utamanya adalah Tanjung Matowa yang menjadi lokasi makam I Fatimah Daeng Takontu.  Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan pulau yang di depannya terdapat pelabuhan Internasional Kijing.