PROKAL.CO,

 Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sanggau menuntut hukuman mati terhadap sindikat peredaran dan penyalahgunaan narkotika, Andi Alfen Cs, dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Sanggau, 3 Juni 2021.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan tuntutan hukuman mati terhadap empat terdakwa, Andi Alfen Cs. Mereka di antaranya, terdakwa atas nama Andi Alfen, Akip Krisno, Dedi Mandagi Alias Encep, dan Paulus Sugio Pranoto. Selain itu, satu terdakwa lainnya, Abdul Aziz alias Asep dituntut pidana penjara  seumur hidup.

JPU membeberkan kronologis keterlibatan lima terdakwa dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika tersebut. Berawal pada 28 September 2020, pukul 12.00 WIB, terdakwa Andi Alfen, yang merupakan narapidana Lapas Klas II A Pontianak menghubungi keponakannya, Abdul Aziz, untuk mengambil narkotika sebanyak 10 kilogram dari Malaysia ke Indonesia dengan tujuan Pontianak.

Andi kemudian mentransfer uang Rp 10.000.000, ke rekening Abdul Aziz, untuk biaya perjalanan dari Lampung menuju Pontianak.

Keesokan harinya, tanggal 29 September 2020, Abdul Aziz tiba di Pontianak dan berangkat menuju Entikong. Setibanya di Entikong, sesuai dengan permintaan Andi, Abdul Aziz menghubungi seseorang bernama Hartono. Keduanya pun bertemu dan bersekongkol untuk mendapatkan untung lebih banyak dengan cara menukarkan narkoba jenis sabu dengan tawas.

Hari berikutnya, tanggal 02 Oktober 2020, Hartono dan Akif Krisno, mengambil narkoba tersebut dari seseorang bernama Wai di perbatasan Malaysia –  Indonesia. Kemudian, Hartono mengambil satu bungkus sabu untuk disimpan dan menyerahkan sembilan bungkus sabu dan ekstasi yang disimpan dalam tas kepada Paulus Sugio Pranoto.