PROKAL.CO,

Dirkrimum Polda Kalimantan Barat, dituding telah menyampaikan berita bohong, fitnah dan pencemaran nama baik pada penyampaian konfersi pers pengungkapan kasus penggelapan tiga unit mobil yang diduga dilakukan oknum guru berinisial NA.

Kuasa hukum NA, Fitriani mengatakan, konferensi pers yang disampaikan Dirkrimum Polda Kalbar pada, Rabu 9 Mei kemarin, dengan menyebut telah menangkap seorang perempuan berprofesi sebagai guru yang juga merupakan aparatur sipil negara (ASN) berinisial NA telah menggelapkan tiga unit mobil rental dengan identitas palsu jelas merupakan berita bohong, fitnah dan pencemaran nama baik yang menyesatkan.

Fitriani menyatakan, harus diketahui bahwa NA tidak pernah melakukan apa yang di tuduhkan dalam pemberitaan tersebut. ” Yang benar klien saya hanya sebagai perantara jual beli antara Beni (pelapor) dengan orang bernama Dado (penjual) dan penyerahan unit terjadi pada 2017,” kata Fitriani, Kamis (10/6) diberitakan pontianakpost.co.id.

Dia menerangkan, bahkan pembayaran jual beli mobil tersebut sudah dilakukan. Dan selama bertahun-tahun pelapor telah menikmati dan menggunakan kendaraan.

Fitriani menuturkan, setelah bertahun-tahun kemudian timbul masalah, karena pelapor tidak mendapatkan surat menyurat. Padahal antara pelapor dan penjual sudah terjadi komunikasi. Dan mengenai surat kendaraan beberapa bulan setelah penyerahan kendaraan,
NA tidak mengikutinya. Sampai akhirnya pada 2021, Beni melaporkan NA atas tuduhan penipuan.

Fitriani menyatakan, dirinya sangat keberatan terhadap apa yang di sampaikan dalam pres realis Polda Kalbar, yang menyatakan jika NA menggelapkan tiga unit bahkan dengan menggunakan identitas palsu.