PROKAL.CO,

Kalimantan Barat memiliki potensi sektor kelautan dan perikanan yang sangat besar untuk menjadi salah satu pemasok garam.

Potensi tersebut mencakup letak geografis yang relatif dekat dengan pasar dunia dan  ketersediaan lahan yang luas dalam pengembangan industri garam, yang dapat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat
Kalimantan Barat, yaitu dalam hal kesehatan dan kesejahteraannya.

Syarif Iwan Taruna Al-Kadrie, Kepala Lokal PSPL Serang yang dihubungi Pontianak Post mengatakan permasalahannya terletak pada pemaksimalan manfaat sumber daya air laut. Selama ini, kata dia di Kalbar belum memanfaatkan air laut untuk diolah menjadi garam.

“Harapannya, Pemerintah Kalbar bisa mengembangkan wilayah yang memiliki potensi garam, terutama daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya. Bahan baku yang melimpah ini, kata dia hanya membutuhkan  sentuhan teknologi dalam pengolahannya. Sehingga harga garam di setiap daerah menjadi terjangkau.

Terkait swasembada garam di tahun 2025, dia optimis meskipun saat ini pemerintah masih mengimpor garam. Menurut dia, impor dilakukan karena masih kekurangan sekitar 4 juta ton lebih. Garam yang diimpor ini, lanjut dia sebagian besar untuk garam industri.

“Sedangkan garam konsumsi, saya pikir 80 persen kebutuhan sudah dipasok dari garam rakyat. Karena kita punya program pengembangan usaha garam rakyat,” tuturnya.