PROKAL.CO,

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) yang merawat pasien Covid- 19 se-Kalbar berada di tingkat tertinggi se-Indonesia. Angkanya sudah mencapai 65 persen yang artinya masuk kategori kuning dari data per 8 Juni 2021.

Ia menjelaskan, jumlah tempat tidur yang telah dipersiapkan untuk pasien Covid-19 di RS se-Kalbar sebanyak 907 tempat tidur dan sudah terisi sebanyak 65 persen. “BOR ini merupakan salah satu indikator untuk manajemen pelayanan perawatan pasien di RS,” ungkapnya seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Ketika BOR sudah berada pada zona kuning yakni di angka 60-80persen, maka RS harus segera melakukan langkah-langkah antisipasi. Karena diprediksi BOR bisa saja akan terus meningkat mencapai 80 persen atau menjadi zona merah.

Ia menyebut ada dua faktor yang memengaruhi tingginya BOR di Kalbar. Pertama memang terjadi peningkatan kasus dari kluster lebaran, kluster perkantoran, kluster mudik dan klaster keluarga yang saling berhubungan.

Lalu yang kedua karena faktor pelaporan di aplikasi RS online, tentang penambahan tempat tidur tidak dilaporkan oleh RS. Padahal beberapa RS di kabupeten/kota sudah menjalanankan apa yang diinstruksikan gubernur tentang peningkatkan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di RS.

Masalahnya penambahan tempat tidur di beberapa RS di kabupaten tidak dilaporkan secara online ke Kemenkes melalui aplikasi RS online. “Sehingga yang terdata oleh Kemenkes jumlah tempat tidur yang tersedia masih sedikit, belum ditambah tetapi pasien yang dirawat di RS tersebut banyak,” katanya.