PROKAL.CO,

Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini masuk dalam Sepuluh provinsi dengan capaian cakupan vaksinasi Covid-19 terendah se-Indonesia. Untuk mempercepat cakupan vaksinasi maka Dinas Kesehatan Kalbar bersama Polda Kalbar dan Kodam XII Tanjungpura akan melaksanakan vaksinasi massal.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan, kondisi saat ini stok vaksin se-Kalbar sesuai data di gudang instalasi farmasi kabupaten/kota ada sebanyak 4.745 vial vaksin. Yang artinya bisa digunakan untuk vaksinasi terhadap 47.450 orang. Dengan hitungan satu vial terdiri dari 10 dosis. Sementara berdasarkan catatan aplikasi bio farma di Puskesmas jumlahnya lebih banyak, yakni sekitar 10.151 vial vaksin. Artinya bias digunakan untuk sekitar 101.510 orang.

“Ini yang akan kami lakukan secara keroyokan bersinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Polda dan Kodam untuk bersama melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal. Saya harapkan dinas kesehatan kabupaten/ kota bekerjasama dengan Kodim, Polres untuk melaksanakan vaksinasi ini,” ungkapnya kapada awak media, Rabu (16/6).

Saat ini lanjut dia, Kementerian Kesehatan sudah tidak lagi membatasi umur target vaksinasi Covid-19. Karena selama ini capaian vaksinasi Covid-19 terhambat, salah satunya dikarenakan batasan umur.

Jika sebelumnya, sasaran vaksinasi hanya kepada tenaga kesehatan, lansia dan pelayan publik, dalam vaksinasi massal di Kalbar ditargetkan semua umur mulai 18 tahun ke atas bisa mengikutinya. “Masyarakat dapat datang ke sentra-sentra pelayanan vaksinasi Covid-19,” katanya.

Harisson menyebut rendahnya cakupan vaksinasi Covid-19 di Kalbar selama ini karena akses yang terbatas. Sentra pelayanan vaksinasi Covid-19 masih berada di ibukota kabupaten dan kecamatan. Sehingga masyarakat yang berada di desa-desa tidak bisa mengakses pelayanan vaksinasi Covid-19 tersebut.