Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson memastikan stok oksigen medis untuk mendukung penanganan pasien di seluruh rumah sakit di wilayah Kalimantan Barat aman.

“Kami sudah mengirimkan surat ke lima perusahaan pemasok oksigen untuk memprioritaskan pengadaan oksigen bagi kebutuhan rumah sakit di provinsi ini. Dan pasokan oksigen untuk sejumlah rumah sakit yang semula kosong juga sudah terpenuhi,” kata Harisson di Pontianak, dilansir pontianakpost.co.id.

Harisson mengatakan bahwa kebutuhan oksigen medis rumah sakit di seluruh Kalbar sebanyak 1.525 tabung per hari. Angka itu belum mencakup kebutuhan penderita Covid-19 yang menjalani karantina di rumah. “Masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah-rumah juga membutuhkan oksigen,” kata Harisson.

Kebutuhan oksigen medis untuk penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri diperkirakan 200 tabung per hari di wilayah Kalbar.  Harisson mengatakan bahwa rumah sakit di Kalbar selama ini memperoleh oksigen medis dari pemasok yang ada di Kota Pontianak.

Guna menghadapi kemungkinan terjadi peningkatan kebutuhan oksigen medis akibat peningkatan penularan Covid-19, pihaknya sudah meminta pasokan oksigen medis dari pemasok yang ada di Pulau Jawa. 

“Pemerintah akan melakukan kontrol harga oksigen. Jangan sampai harga melonjak karena ini untuk kebutuhan kemanusiaan,” kata Harrison.

Terpisah, Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, dr Rifka, juga memastikan pasokan oksigen di rumah sakit tersebut untuk pasien Covid-19 sudah terpenuhi, setelah sebelumnya dinyatakan kosong karena kendala pasokan dari distributor.

“Malam (3/7) sempat kekurangan suplai oksigen karena pasokan dari distributor tertahan di pelabuhan. Tetapi hari ini suplai oksigen sudah lancar,” katanya.

Sebelumnya, pihak rumah sakit sempat memajang pengumuman tertulis di pintu masuk bahwa RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie tidak bisa menerima dan merawat pasien baru sampai batas waktu tidak ditentukan karena oksigen tidak tersedia. Namun, pengumuman tersebut akhirnya dicabut setelah ada kepastian pasokan oksigen segera tersedia.

Saat ini, RSUD Kota Pontianak itu merawat 47 pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan kondisi sedang hingga parah. Oleh karena itu, pasokan oksigen diperlukan untuk membantu perawatan pasien.

“Kalau sampai kosong, akan mengkhawatirkan,” katanya. Fungsi oksigen bagi pasien untuk meningkatkan saturasi oksigen (kadar oksigen dalam darah). Saturasi oksigen harus berada di atas 90 persen.

RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 khusus Kota Pontianak. Rumah sakit ini berada di Jalan Komodor Yos Sudarso No. 1, Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat.

Selain rumah sakit tersebut, ada juga RSUD Dr Soedarso yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Kalbar, juga menjadi rumah sakit rujukan perawatan pasien Covid-19 dengan kategori sedang hingga sakit parah.

Rifka menambahkan saat ini tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) di rumah sakit milik Pemerintah Kota Pontianak tersebut telah mencapai sekitar 78 persen. Pihaknya menyiapkan 60 tempat tidur khusus untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.

Tenaga medis yang tersedia di rumah sakit itu 300 perawat, ditambah satu dokter spesialis paru-paru, dua dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter ahli syaraf, seorang dokter spesialis jantung, dan dua dokter anestesi. Satu perawat meninggal dunia pada pekan lalu karena tertular Covid-19.

Pemkot juga menyiapkan beberapa tempat isolasi bagi masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dalam kondisi tanpa gejala hingga bergejala ringan. Tempat itu, salah satunya Rusunawa Nipah Kuning di Jalan Nipah Kuning Dalam, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Sejak dibuka pada 2020 hingga saat ini rumah isolasi tersebut sudah menyembuhkan lebih dari 100 pasien Covid-19 tidak bergejala hingga bergejala ringan.(ant)