Dua nyawa melayang akibat kecelakaan di tempat terpisah, yang terjadi pada Minggu (4/7) lalu. Kecelakaan terjadi diduga akibat lalai dalam berkendara. Para pengguna jalan pun diminta untuk tertib berlalu lintas.

Seperti yang dialami oleh warga Dusun Sempreni, Desa Mengkirai Jaya, Kecamatan Dedai, Antonia Pengki (20), Minggu (4/7), yang terlibat kecelakaan dengan dumptruck akibat tidak memperhatikan arus lalu lintas ketika hendak menyeberang jalan. Kecelakaan itu mengakibatkan pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia.

Kejadian naas itu terjadi pada Minggu (5/7) lalu. Anton diceritakan saat itu hendak berbelok, namun tak memperhatikan arus lalu lintas dan tidak menyalakan lampu sein. Sementara itu, dari arah berlawanan melaju dumptruck dengan nomor pelat KB 9907 FD yang dikemudikan oleh Bagus Suwito. 

“Hingga senggolan antara kendaraan sepeda motor dan dumptruck pun tak dapat dihindari. Menyebabkan pengendara sepeda motor terpental dan meninggal dunia,” kata Kapolres melalui Kabag Humas Polres Sintang Iptu Hariyanto.

Di tempat lain di hari yang sama, tepatnya di Jalan Tempunak – Penyangka, Desa Tempunak Kapuas, Kecamatan Tempunak, juga terjadi laka lantas. Kejadian ini dialami oleh kedua pengendara sepeda motor, yaitu Tugiman dan Alfian yang merupakan warga Kecamatan Tempunak.

Kecelakaan sendiri disebabkan tabrakan lawan arah dimana salah satu pengendara memasuki jalur berlawanan. Akibatnya, kedua pengendara sampai terlempar dari jalur. “Pada kecelakaan tersebut, Tugiman mendapatkan luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun tak lama setelah mendapat perawatan, Tugiman pun menghembuskan nafas terakhir,” ujar Hariyanto.

Sementara menurut Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Sintang AKP Refandri Meidika Putra, kecelakaan di jalan raya yang banyak ditemui, sebagian besar akibat dari kelalaian dalam berkendara. Tak jarang juga ditemui mereka kejadian yang memakan korban jiwa atau kerugian material yang cukup besar.

“Lakalantas merupakan salah satu penyumbang angka kematian yang cukup besar setiap tahunnya. Hal tersebut tak jarang kita jumpai disebabkan oleh human error atau kelalaian sang pengendara,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat Sintang untuk selalu disiplin dalam berlalu lintas dengan mengedepankan sikap kehati-hatian. Masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi aturan berlalu lintas yang baik dan benar saat berkendara. 

“Dari laka lantas yang sudah-sudah, saya ingatkan masyarakat khususnya di Kabupaten Sintang lebih berhati-hati saat berkendara. Karena kecelakaan ini faktornya banyak, tapi kelalaian pengendara atau pengemudi saat di jalan merupakan salah satu penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas,” tukasnya. (ris)