Berawal dari rasa kesal karena keponakannya menjadi korban pemukulan, Tino Eko (65) malah bernasib naas karena menjadi korban pembunuhan. Polisi pun menangkap N (39) karena melakukan penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa korban di Desa Bakti Sinabung, Kecamatan Ketungau Tengah, Senin (5/7).

Kabar pembunuhan itu dibenarkan oleh Kapolres Sintang AKBP Ventie Bernard Musak melalui Kabag Humas Polres Sintang Iptu Hariyanto. “Benar telah terjadi peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan saat ini selaku telah diamankan  di Polres Sintang untuk proses lebih lanjut,” ujar Hariyanto diberitakan pontianakpost.co.id.

Peristiwa penganiayaan yang berujung pada pembunuhan itu, menurut dia, terjadi pada Sabtu (3/7) pukul 04.00 WIB. Penghilangan nyawa ini, diungkapkan dia, dilakukan oleh NA (39) kepada Tino Eko (65). Dijelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula ketika Tino Eko diberitahu bahwa keponakannya yang bernama Jeksen (21) dipukuli oleh NA.

Mendengar hal tersebut, korban langsung ke rumah orang tua pelaku untuk melaporkan kejadian tersebut. Usai melapor kepada orang tua pelaku, korban lantas mendatangi lokasi pemukulan. Di tempat kejadian, Tino Eko melihat NA bersama temannya di tepi jalan. Tino Eko langsung menanyakan kepada keduanya, siapa yang telah memukuli Jeksen –nama sang keponakan– sembari menghunuskan parang. NA pun tak terima dengan pertanyaan itu, karena merasa dirinya benar. NA terus mendesak Tino hingga terjatuh. Saat itulah NA mengayunkan parangnya hingga melukai paha kiri Tino. Merasa terancam, Tino pun berusaha lari. Namun NA tetap mengejar Tino.

Tino dan NA pun kembali berhadapan. NA kembali mengayunkan parangnya dan mengenai mengenai bahu sebelah kiri Tino. Saat itu Tino masih bisa berdiri dan berusaha minta pertolongan warga.

“Karena jarak TKP dan rumah warga agak jauh, maka teriakan minta tolong tidak terdengar oleh warga,” terang Hariyanto. Tino, berdasarkan laporan yang diterimanya, tersungkur 20 meter dari tempat kejadian. Usai itu, NA meninggalkan Tino dan pulang ke rumah.

Saksi yang ada di sana pun melaporkan kejadian tersebut kepada warga lain. Saat warga datang, Tino sudah dalam keadaan tak bernyawa. Warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Ketungau Tengah.

“Menerima laporan warga atas kejadian tersebut, Polsek langsung menerjunkan anggota untuk mendatangi dan melakukan olah TKP. Serta mengamankan pelaku NA,” ujar Hariyanto. Paginya, pelaku berhasil dibawa ke Polsek Ketungau Tengah. Sementara jenazah Tino pun dimakamkan di hari yang sama, pada pukul 19.00 WIB.

Selain menangkap NA, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yaitu sebilah parang bersarung putih milik pelaku NA dan sebilah parang lain milik korban. Polisi juga mengamankan pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. Untuk mendalami lebih jauh kejadian tersebut, kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi. “Kejadian tersebut sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak penyidik Satreskrim Polres Sintang,” pungkasnya. menjelaskan  untuk mengetahui motif dari peristiwa tersebut. (ris)