Sorgum diharapkan dapat menjadi salah satu tanaman yang dapat dikembangkan di Kabupaten Bengkayang serta menjadi aset sekaligus produk yang memiliki kualitas untuk dijual ke luar daerah. Harapan tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Mekanis 643/WNS, Letkol Inf. Hendro Wicaksono, dalam kegiatan penanaman perdana sorgum di Dusun Risau, Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, kemarin siang.

Dansatgas menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan adalah untuk mengedukasi sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat terhadap tanaman sorgum. “Seperti yang kita ketahui bahwa sorgum merupakan salah satu dari lima bahan pokok selain padi, gandum, jagung, kedelai. Sorgum memiliki kadar rendah gula, sehingga bagus bagi penderita diabetes minuman, bahan ternak, gula serta dijadikan sebagai bahan bakar,” jelasnya. “Apabila melihat potensinya, tentu ini bisa menambah pendapatan masyarakat karena mampu mencapai angka 50 ribu rupiah perkilogramnya,” sambungnya seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Dansatgas turut menyampaikan terima kasih kepada Pemda Bengkayang, beserta aparat yang hadir untuk turut  andil dalam aksi penanaman tersebut. Di samping itu, ia juga tak lupa berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang bersedia lahannya diolah untuk menanam sorgum.

“Sebagai informasi, bahwa untuk kegiatan penanaman sorgum ini sendiri dilakukan penanaman secara serentak oleh 29 pos yang berada dibawah komando, termasuk kita sendiri di Jagoi Babang. Semoga program ini mendapat dukungan semua pihak dan berhasil,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis memaparkan bahwa saat ini sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang masih stabil selama masa pandemi, untuk di wilayah Bengkayang. Terlebih, sambungnya, sesuai dengan arahan Presiden, agar masyarakat khususnya kaum petani untuk mengembangkan potensi-potensi pertanian. Bahkan, menurutnya, ke depan sektor ini (pertanian) dapat menjadi sektor unggulan yang mampu menopang ketahanan pangan dunia.

“Seperti yang kita ketahui bahwa Bengkayang merupakan daerah yang paling subur di Kalimantan Barat. Pengembangan tanaman Sorgum merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Sorgum dapat dimanfaatkan sebagai makanan pengganti nasi/gandum, lem, alat kosmetik,” jelasnya.

Melalui kegiatan yang digagas oleh Satgas Pamtas 643/WNS ini, Darwis berharap tanaman sorgum menjadi tanaman yang menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat perbatasan RI-Malaysia dan sekitarnya. Lebih jauh, dia juga meminta agar instansi terkait lainnya ke depan dapat bersama-sama menjaga ketahanan pangan, untuk kelangsungan hidup masyarakat Bengkayang terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. “Dan yang paling penting kita harus membantu dalam pengolahan dan sektor pemasaran agar bisa mendapatkan nilai jual yang tinggi dengan harapan bisa menaikkan perekonomian masyarakat,” pungkas Darwis.

Penanaman sorgum ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung program food estate diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (Sig)