Peringatan keras bagi masyarakat dan Satgas Covid-19 Kabupaten Mempawah agar lebih serius dan optimal dalam penanganan dan penanggulangan pandemi. Pasalnya, saat ini Mempawah diapit daerah zona merah Covid-19 yakni Kota Pontianak dan Singkawang.

Peta risiko penularan Covid-19 yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat pada 4 Juli 2021, dua daerah masuk kategori zona merah yakni Pontianak dan Singkawang. Sementara 10 daerah lainnya termasuk Mempawah zona orange, serta dua daerah yakni Ketapang dan Kayong Utara zona kuning.

Kabupaten Mempawah sendiri berada di wilayah Pantai Utara Kalimantan Barat diantara Kota Pontianak dan Singkawang. Melihat kondisi itu, Kabupaten Mempawah sangat berpotensi mengalami peningkatan kasus penularan Covid-19. Karenanya, Satgas Covid-19 diminta memaksimalkan kinerja. 

“Kita tetap berupaya keras mengantisipasi terjadinya penularan dan berusaha sekuat tenaga untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat,” tegas Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Mempawah, Mukhtar Siagian, Rabu (7/7).

Sebagai daerah perlintasan, menurut Mukhtar tak mudah mengantisipasi keluar masuk orang dari berbagai daerah. Terutama lalu lintas orang di wilayah pantai utara baik itu dari Kota Pontianak, Singkawang, Sambas, maupun daerah perhuluan Kalbar.

“Setiap saat kita berupaya memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan (prokes). Walaupun tak mudah membuat masyarakat patuh prokes,” ujarnya. Saat ini, total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Mempawah sudah lebih dari 2.000 orang dengan tingkat kesembuhan lebih dari 1.800 orang dan kematian lebih dari 60 kasus. Sementara itu, kasus positif aktif lebih dari 100 orang yang menjalani isolasi mandiri maupun perawatan khusus di RSUD Rubini Mempawah.

Disamping itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Mempawah terus menggencarkan program serbuan vaksinasi. Hingga 5 Juli 2021, sebanyak 13.479 orang telah mendapatkan suntikan vaksin tahap I. Keselurahan, sasaran vaksin di Kabupaten Mempawah sebanyak 220.478 jiwa.

“Vaksinasi massal terus berlangsung di masyarakat. Sampai dengan 5 Juli 2021, kami mencatat ada 13.479 orang yang telah menerima vaksin tahap I dan 3.648 orang mendapatkan suntikan vaksin tahap II,” sebut Mukhtar.(wah)