Cuaca ekstrim yang terjadi di perairan Kalimantan Barat tidak hanya menenggelamkan 14 kapal nelayan pencari ikan, tetapi sebuah kapal pesiar asing yang berlayar dari Malaysia menuju Afrika Selatan, terdampar di perairan Kalimantan Barat. Tepatnya di Muara Sungai Paloh, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Berdasarkan informasi yang diterima Pontianak Post, peristiwa yang menimpa kapal asing bernama Madimoo tersebut terjadi pada Selasa (12/7). Saat itu, kapal yang dinakhodai Kenneth Harold Gordon warga negara Afrika Selatan dan Azlan, warga negara Malaysia itu berlayar dari Pelabuhan (Jeti) Kuah Langkawi, Malaysia dengan tujuan Pelabuhan Capetown, Afrika Selatan.

Pada saat berada di perairan Internasional Indonesia (Kecamatan Paloh), kapal tersebut dihantam angin kencang sehingga mereka mencari tempat berlindung dan masuk ke Muara Sungai Paloh sekira jam 17.00 wib kemudian berlabuh jangkar di Muara Sungai Paloh.

Dikarenakan angin kencang dan arus deras, tali jangkar putus sehingga terbawa arus dan angin kencang masuk kedalam Muara Sungai Paloh, sekira jam 02.00 dini hari (hari Rabu tanggal 13 Juli 2021).

Muraizi, warga Sebubus, Kecamatan Paloh membenarkan peristiwa tersebut. Setelah mengetahui terdapat kapal asing di muara sungai Paloh, pihaknya melaporkan ke pihak yang berwajib. Pada Rabu (13/7), dilakukan oleh petugas yang meliputi Koramil 1208-08 Paloh, Polsek Paloh, Pos TNI AL Paloh, Marnit Polair Paloh, dan beberapa instansi lainnya. “Saat ini, kapal masih terdampar dan kandas di Muara Sungai Paloh,” kata Muraizi. (arf)