Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono tak menutupi, terdapat peningkatan jumlah kematian akibat Covid 19 beberapa pekan kebelakang. Capaian perharinya bisa 5 sampai 10 orang meninggal dunia. Akibatnya turut berpengaruh pada tingginya penguburan di lahan pemakaman. Walau begitu, ia memastikan ketersediaan lahan pemakaman penguburan di Pontianak masih relatif aman.

“Semenjak kasus covid meninggi terdapat peningkatan angka kematian beberapa minggu ini,” ujar Edi, diberitakan pontianakpost.co.id. Meski angka kematian tinggi, sejauh ini belum diperoleh informasi terkait pengelola pemakaman yang menolak penguburan jenazah di wilayah Pontianak. Artinya, meski kematian tinggi, ketersediaan lahan pemakaman masih tersedia. Edi mengakui, tingginya angka kematian turut berpengaruh dengan minimnya ruang pemakaman bagi masyarakat di Pontianak. Melihat persoalan ini, sebenarnya Pemerintah Kota Pontianak berniat untuk mencari lahan pemakaman.

Tujuannya, untuk menambah ruang pemakaman yang sejauh ini sudah kian padat. “Sejauh ini, pengelolaan pemakaman banyak ditangani oleh pihak yayasan dan masih cukup buat menampung penguburan masyarakat yang meninggal di Pontianak,” ujarnya.

Namun karena dilanda pandemi covid 19, mau tak mau anggaran yang sudah disiapkan untuk membeli lahan pemakaman buat mengatasi minimnya lahan pemakaman harus ditunda. 

Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali melihat, persoalan padatnya lokasi pemakaman di Pontianak mesti menjadi perhatian pemerintah. Apalagi saat ini, angka kasus pandemi covid 19 yang meningkat ikut berpengaruh pada tingginya kasus kematian akibat covid.

“Perlu diperhatikan jumlah lahan pemakanan yang ada saat ini. Rerata sudah kian padat. Saya rasa ke depan lahan pemakaman akan menjadi persoalan. Jika tidak dipikir dari sekarang, dan tanpa adanya rencana akan sulit mencair lahan pemakaman di Pontianak,” ujarnya. Apalagi sekarang, lahan di Pontianak sudah makin minim. Harga lahan juga makin tinggi. Akan ketersediaan pemakaman sudah harus dicari solusinya.(iza)