Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi mengungkapkan dalam tempo delapan bulan, Kejati berhasil menangkap delapan buronan meski dengan anggaran terbatas. Selain itu, pihaknya juga menyelamatkan kerugian negara senilai Rp21 miliar.

Hal ini disampaikan Masyhudi di depan Komisi Kejaksaan saat acara pemantauan organisasi, tata kerja, sarana dan prasarana di Jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Selasa (7/9). “Dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, dalam delapan bulan, kami berhasil menangkap delapan orang buronan,”  katanya.

Lalu, untuk penanganan korupsi, kata Masyhudi, pihaknya mendapatkan anggaran sekitat Rp380 juta.  Dengan anggaran tersebut, pihaknya berhasil menyelesaikan 43 perkara korupsi. Khusus di Kejaksaan Tinggi, telah dilakukan 26 penyidikan, dan pihaknya berhasil menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp21 miliar.

“Kami juga melakukan pendampingan terhadap lembaga-lembaga negara BUMN, BUMD, Pemda supaya dalam pelaksanaan program pembangunan selalu sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga proyeknya tepat waktu, tepat sasaran dan tepat mutu,” ujarnya.

Kemudian, dalam pelaksanaan program sosialisasi terkait penegakan hukum, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kalbar. Selanjutnya, persidangan yang dilakukan secara virtual selama masa Pandemi Covid-19 juga tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar.

“Dan bila ada laporan dari masyarakat, terkait adanya tindakan tercela dari para jaksa, kita juga berusaha secara cepat untuk menindak lanjutinya,” katanya. Kejaksaan Tinggi Kalbar juga menargetkan untuk mewujudkan penegakan hukum yang berkepastian, berkeadilan, dan berkemanfaatan.

“Itu yang selalu kami jaga terus, sehingga penegakan hukum ini dirasakan oleh masyarakat. Bila target secara kuantitas saya rasa tidak. Mengapa Kejati Kalbar berhasil mengungkap banyak, karena memang banyak laporan dari masyarakat,’’tutupnya.

Dalam kesempatan ini, Komisi Kejaksaan RI, R Muhammad Ibnu menyampaikan, pemantauan dan penilaian atas kinerja Kejati Kalbar dilaukan agar penegakan hukum di kejaksaan, khususnya Kejati Kalbar dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Komisi Kejaksaan sebagai lembaga pengawasan sebagai penyeimbang, dan kami mengapresasiasi capaian dan kinerja yang telah di capai oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar,” ujarnya.

Ia menilai, bila dilihat dari kinerja, Kejaksaan Tinggi Kalbar sudah optimal  dan sangat baik, dengan anggaran yang cukup minim dan pemanfaatkan maksimal, Kejati Kalbar berhasil melebihi target dalam proses penegakan hukum di Kalbar.

Dari hasil kegiatan ini pihaknya nanti akan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari Kejaksaan Tinggi Kalbar, sehingga peningkatan penegakan hukum dari kejaksaan akan semakin baik lagi. (arf)