Penjabat Kepala Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Afil Bahari mengungkapkan rasa bangganya atas hasil lelang tertinggi kopi liberika. Kopi yang diproduksi dari hasil pertanian warga di desanya tersebut menerima rekor MURI di Jakarta, Rabu (8/9) lalu, yang dilelang oleh Kamus Kopi Indonesia.

DANANG PRASETYO, Seponti Jaya

KOPI di Desa Podorukun bisa sejajar atau bahkan lebih dari kopi-kopi di daerah lain. Semoga dapat memicu semangat para petani kopi untuk lebih baik lag,” ungkap sang kepala desa, Kamis (9/9) kepada Pontianak Post. Diia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi dan mendukung kopi yang ada di desanya tersebut.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan mendampingi petani kopi di Desa Podorukun. Prestasi para petani kopi di Desa Podorukun ini dapat mendorong pemerintah untuk dapat membantu lebih serius pengembangan kopi yang ada di Kayong Utara, khususnya Desa Podorukun, sehingga produktivitas dan kualitas perkebunan kopi semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Sahid, juga mengungkapkan rasa bangganya lantaran kopi asal Kayong Utara berhasil memecahkan rekor Muri. Beberapa waktu lalu, kopi dari daerah ini dilelang oleh Kamus Kopu dengan harga tertinggi mencapi delapan juta rupiah perkilogramnya.

“Saya selaku aggota DPRD bangga dengan dipecahkanya rekor Muri atas lelang kopi liberika dari Desa Podorukun yang tembus sampai 8 juta (rupiah) perkilogram, yang mana itu semua tidak terlepas dari jerih payah dari para petani kopi Podorukun, yang mana kampung halaman saya dan semoga para petani selalu menjaga commodity kopi ini,” kata legislator daerah pemilihan Teluk Batang dan Seponti tersebut. 

Untuk itu, dirinya berjanji akan membantu para petani kopi di kampung halamannya tersebut. Tidak lupa dirinya berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara agar dapat tetap memberikan penyuluhan dan peralatan paskapanen yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya juga tidak bisa lepas tangan untuk membatu para petani, yang mana bisa saya usulkan kepada Pemerintah Kabupaten untuk memberikan penyuluhan dan peralatan paskapanen yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat petani kopi,” kata dia.

Legislator dua periode dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini pun berharap ke depan, hasil produksi kopi yang ada selama ini dapat terus ditingkatkan. “Semoga kedepan produksivitas bisa ditingkatkan, sehinga bisa memberikan dapak positif buat taraf hidup ekonomi petani yang lebih, sehingga bisa bersaing dengan petani lain,” tambahnya. (*)