Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson meminta Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk segera memaksimalkan penanganan cluster Covid-19 di kampus Shanti Bhuwana Bengkayang yang menyebabkan 139 mahasiswa di sana terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR.

“Mereka semua OTG. Diharapkan penanganannya bisa dimaksimalkan,” kata Harisson di Pontianak, Minggu (12/9).

Menurut keterangan Kadiskes Bengkayang, mahasiswa penyebab cluster di kampus tersebut karena selama proses perkuliahan, mahasiswa tinggal di asrama kampus. Pada saat mulai pembelajaran sebenarnya sudah di-swab antigen, tetapi dalam proses pembelajaran terjadi penularan. 

Perlu diapresiasi langkah cepat yang sudah diambil dengan melakukan penutupan sementara kegiatan belajar tatap muka dua minggu ke depan. “Mahasiswa dengan hasil lab negatif, segera dipulangkan. Bagi mahasiswa dengan hasil reaktif dengan CT tinggi, dilakukan isolasi di asrama kampus,” katanya.

Kemudian, mahasiswa dengan hasil positif CT rendah dimasukkan ke RS Darurat. Dan mereka yang mengalami kasus positif ini telah diberikan vitamin. “Dinkes Provinsi telah mengirim paket obat Covid-19 sebanyak 200 paket,” katanya.

Pada kesempatan itu, Harisson juga mengingatkan Pemkab Bengkayang harus ekstra hati-hati karena Bengkayang berbatasan dengan Sarawak dan saat ini Sarawak kasus Covid-19 nya masih tinggi. (sig/her/ant)