Semenjak penurunan level empat menjadi level tiga, penanganan pandemi Covid-19 di Kota Pontianak turut berpengaruh pada meningkatnya penjualan pakaian bekas di kawasan Pasar Rakyat Tengah. Alhasil secara perlahan perekonomian di pasar itu juga mulai tumbuh.

Penjualan pakaian bekas atau biasa disebut lelong di bilangan Pasar Rakyat Tengah Sabtu kemarin cukup ramai didatangi pengunjung. Pakaian yang didatangkan dari luar negeri itu, memang sejak puluhan tahun silam sudah menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat penyukanya. Salah satunya penjualan pakaian bekas miliki Yudi. Hari itu begitu ramai dipadati pengunjung. Kios pakaian bekas yang menyediakan berbagai jenis model itu didatangi berbagai usia.

Yudi menawarkan harga murah untuk penjualan baju bekas di tempatnya. Dari semua model, ia patok Rp 50 ribu tiga helai. “Saya pukul rata. Mau jenis switer, jeans, kaos, celana kain, parasut saya jual Rp 50 ribu tiga helai. Di sini, tiap hari memang ramai. Apalagi hari Minggu, saat buka bal,” ujar Yudi.

Meningkatnya penjualan baju bekas di tempatnya sudah mulai terasa saat aturan PPKM level empat turun ke level tiga. Aturan yang mulai dikendorkan oleh Pemkot Pontianak, nyatanya ikut berdampak pada penjualan pakaian bekas di tempatnya.

“Beda dengan PPKM level empat. Toko kan harus tutup. Itu betul-betul membuat penghasilan saya menurun. Bahkan beberapa karyawan saya rumahkan sementara. Karena tak mampu untuk menggajinya,” ujar penghobi bola itu.

Tetapi kini, secara perlahan semuanya mulai kembali normal. Karyawan yang dirumahkan kemarin, juga sudah mulai masuk kembali. “Mudah-mudahan ke depan penanganan Covid-19 cepat tertangani. Dengan begitu aktivitas dapat berjalan normal kembali,” tandasnya. (iza)