Jembatan Malinsapm di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah roboh diterjang luapan arus Sungai Mempawah, Selasa (14/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan itu menyebabkan akses transportasi masyarakat terputus. Kepala Desa (Kades) Ansiap, Imanuel Yoki membenarkan rusaknya badan jembatan disebabkan terjangan arus Sungai Mempawah. Kades menyebut, kejadian itu berlangsung ketika masyarakat sedang hilir mudik melewati badan jembatan usai melaksanakan rutinitas sehari-hari.  “Bahkan, ada warga yang tidak dapat menyeberangi sungai akibat jembatan putus. Akibatnya, mereka terpaksa berenang agar bisa pulang ke rumah,” jelas Imanuel Yoki, (15/9) siang.

Menurut Kades, jembatan kayu sepanjang lebih 20 meter tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat Desa Ansiap untuk menyeberangi Sungai Mempawah di daerah itu. Dengan ambruknya jembatan ini secara otomatis melumpuhkan aktivitas masyarakat Desa Ansiap.  “Otomatis terputus akses masyarakat untuk berlalu lalang. Setiap hari masyarakat melewati jembatan ini untuk pergi ke ladang, kebun, ke hutan hingga ke kantor desa pasti melewati jembatan malinsapm,” tuturnya.

Kades menambahkan, sebenarnya ada alternatif akses jalan lain untuk menyeberangi sungai di daerah itu. Hanya saja, warga harus memutar hingga melewati wilayah Kecamatan Toho bahkan ke masuk ke Kabupaten Landak.  “Tidak mungkin kita harus memutar jalan dengan jarak tempuh sangat jauh. Dengan robohnya jembatan ini menyebabkan semua aktivitas masyarakat terganggu. Termasuk aktivitas Pemerintah Desa Ansiap juga terdampak,” pendapatnya.

Lebih jauh, Kades mengatakan, robohnya jembatan malinsapm tak sepenuhnya akibat luapan atau terjangan arus sungai mempawah. Melainkan, sambung Kades, dikarenakan kondisi jembatan yang sudah lapuk. Karena, pondasi dan badan jembatan terbuat dari kayu biasa atau tidak tahan air. “Kondisi jembatan memang sudah tua dan memprihatinkan. Pondasi kayunya tidak kuat sehingga roboh disapu luapan Sungai Mempawah. Jembatan ini belum pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah. Sejak semula memang dibangun atas swadaya masyarakat Desa Ansiap,” tegasnya.

Padahal, menurut Kades, dalam setiap Musrenbang pihaknya telah berjuang mengusulkan pembangunan jembatan malinsapm. Namun, hingga saat ini aspirasi pembangunan tersebut tak kunjung terealisasi. “Kalau harus dianggarkan menggunakan dana desa tidak akan sanggup. Karena, membutuhkan dana ratusan juta atau mungkin milyaran rupiah untuk membangun jembatan yang refresentatif. Untuk itu, kita berharap pembangunan jembatan ini bisa direalisasikan pemerintah daerah,” harapnya.

Kades mengaku telah melaporkannya kondisi robohnya jembatan malinsapm kepada pemerintah daerah setempat. Dia berharap OPD terkait segera melakukan tindakan dan penanganan untuk mengatasi masalah jembatan ambruk tersebut.  “Mudah-mudahan instansi terkait segera turun ke lapangan dan melihat kondisi kerusakan jembatan. Kita berharap ada solusi terbaik agar jembatan bisa kembali dilewati masyarakat untuk beraktivitas,” pungkasnya.(wah)