Kantor Staf Presiden (KSP) ikut mengawal percepatan pembangunan pelabuhan Kijing yang termasuk dalam proyek strategis nasional. Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta mengatakan, dalam rangka menindaklanjuti arahan presiden khususnya dalam bidang logistik nasional, pihaknya ikut melihat progres, melakukan pengendalian dan debottlenecking masalah yang ada.

“Kita ketahui pembangunan pelabuhan dilakukan bertahap, darat dan laut. Dimana sekarang sudah di akhir tahap I, sementara tahap II ditargetkan selesai tahun 2024. Kami bilang sudah on the track untuk tahap I,” ujarnya dikutip dari website resmi KSP saat rapat koordinasi pada Juli 2021 lalu.

Febry menyampaikan progres pembangunan pelabuhan Kijing saat ini telah berada di jalur yang tepat. Sehubungan dengan kemajuan pembangunan yang sudah baik, ia yakin operasi parsial pelabuhan di tahun 2021 ini bisa berjalan dengan baik. “Pengadaan tanah telah mencapai 96 persen dan konstruksi untuk tahap inisial telah mencapai 91 persen,” ungkap Febry saat itu diberitakan pontianakpost.co.id.

Sementara, dalam kesempatan yang sama Direktur Teknik PT Pelindo II Zuhri Iryansyah menyatakan dari target awal 198,58 hektare lahan, pihaknya sudah menguasai 190,2 hektare. Sementara itu sebesar 5,2 hektare dalam proses relokasi dan 3,1 hektare belum dikuasai. Selain itu, Zuhri juga menjelaskan rencana proses relokasi jalan nasional menuju ke pelabuhan tersebut.

Sampai Juli 2021 lalu, rencana relokasi lahan untuk jalan sudah masuk ke proses appraisal serta pengadaan barang dan jasa. “Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah agar proses pengadaan tanah tetap didukung. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Saat ini kami dalam tahap sosialisasi pembebasan lahan,” terangnya.

Sebagai informasi, pelabuhan Kijing dibangun di atas lahan seluas hampir 200 hektare di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalbar. Progres pelabuhan internasional pertama di Kalimantan itu sudah memasuki akhir tahap I atau sekitar 96 persen lebih. Pelabuhan ini dibangun dalam beberapa zona, yaitu zona kontainer yang ditargetkan memiliki kapasitas 1,95 juta TEUs/tahun, zona curah cair 12,18 juta TEUs/tahun, zona curah kering 15 juta TEUs/tahun dan zona multipurpose satu juta TEUs/tahun. Pelabuhan Kijing sudah mulai beroperasi secara parsial pada tahun 2021 dan akan beroperasi penuh pada 2024 mendatang. (bar)