Gubernur, Sutarmidji mengungkapkan sejauh ini ekspor melalui Kalbar di Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dan Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah masih belum maksimal.

“Volume ekspor dari pintu Kalbar masih kecil dan itu tentu berdampak ke penerimaan pajak ekspor ke Kalbar minim,” kata dia seperti dilansir pontianakpost.co.id. Menurutnya, kalau Pelabuhan Kijing di Mempawah bisa optimal operasionalnya ia memprediksikan ekonomi Kalbar dalam hal PDRB bisa tertinggi di Kalimantan.

“Saat ini PDRB kita sudah mendekati Kaltim. Sebelumnya Kalbar di urutan ke empat. Untuk itu saya ajak OPD bagaimana kita bisa melampai Kaltim,” jelas dia. Ia menambahkan, jika Pelabuhan Kijing maksimal maka tampilan ekonomi akan semakin baik. Dengan begitu diharapkan Kalbar akan lebih diperhatikan pemerintah pusat.

“Apalagi nanti di Sungai Kunyit smelter beroperasional. Ekonomi Kalbar akan lebih baik. Untuk itu perlu perhatian pusat bagaimana jalan pendukung pelabuhan bisa lebar . Untuk mengangkut komoditas ekspor butuh jalan yang bagus dan lebar,” katanya.

Ia juga mendorong Pelindo untuk meningkatkan fasilitas pendukung ekspor seperti untuk CPO. Menurutnya, perlu tangki untuk menampung CPO yang akan diekspor agar lebih efisien dan murah.

“Saat ini untuk muatan CPO truk masih harus ke pelabuhan. Harusnya ada pipanisasi dan ada tangki penampung CPO. Bayangkan berapa lama harus menunggu muatan kapal penuh kalau diangkut satu per satu oleh truk masukkan CPO ke kapal,” jelas dia. (bar/r/ant)