Martinus Agung, terdakwa dalam kasus pencabulan anak dibawah umur akhirnya divonis 12 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah subsidair tiga bulan kurungan oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Dian Anggraini pada sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kamis (16/9).

Pihak terdakwa belum menentukan sikap atas putusan tersebut. Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Perlindungan Anak sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan primair Pasal 81 Ayat 1 Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Sebagai informasi, vonis tersebut untuk kasus pencabulan kedua yang dilakukan terdakwa. Sedangkan untuk kasus yang sama telah disidangkan lebih dahulu, saat itu, Martinus divonis bebas oleh majelis hakim yang juga diketuai Hakim Dian Anggraini. 

Terkait putusan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Tengku Firdaus kepada Pontianak Post menyampaikan putusan yang diberikan oleh majelis hakim sama dengan tuntutan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Terdakwa maupun penuntut umum diberikan waktu tujuh hari sejak putusan dibacakan, menerima putusan atau akan melakukan upaya hukum banding.

“Masih ada tujuh hari kedepan untuk kami mengambil sikap. Kami juga akan melihat nantinya upaya yang akan dilakukan oleh terdakwa. Untuk vonis bebas (perkara pertama) terhadap terdakwa dengan korban yang berbeda, kami masih melakukan upaya hukum kasasi,” katanya. (sgg)