Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harrison meminta Satuan Tugas Covid-19 Kota Pontianak perlu mempertimbangkan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) jika ada sekolah yang abai dengan protokol kesehatan.

Ia menyampaikan itu lantaran ditengarai ada sekolah yang membiarkan muridnya tidak memakai masker. “Saya akan minta Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pontianak untuk mempertimbangkan penghentian kegiatan PTM di sekolah tersebut,” tegas Harrison di Pontianak, kemarin.

Ia melanjutkan guru harus terus mengawasi peserta didik selama digelarnya pembelajaran tatap muka. “Ini kepala sekolah dan guru-gurunya tidak paham covid, cenderung tidak berusaha untuk melindungi siswanya dari ketertularan terhadap Covid-19,” sambung Harrison. Ia berharap jangan sampai ada kesengajaan tidak memakai masker. Sementara siswanya belum mendapatkan vaksin, karena umur di bawah 12 tahun. Bahkan yang sudah divaksin saja harus tetap memakai masker, bahkan dua lapis.

Ia mengingatkan bahwa pembiaran siswa tanpa masker berarti menjerumuskan siswa untuk tertular covid. “Jangan sampai ada dugaan sengaja mau mencoba bahwa tanpa masker siswanya aman,” ingat Harrison.

Harrison menambahkan meski saat ini kasus Covid-19 di Kalimantan Barat sedang turun. Namun demikian virus corona itu masih ada. Bahkan potensi ancaman terjadinya peningkatan kasus sehingga terjadi gelombang ke 3 selalu ada. (mse)