Pasca kepergian mendiang Yosef Sudiyanto (60 tahun) yang meninggal dunia dikarenakan sakit di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta pada pertengahan September 2021, kursi panas Wakil Bupati Sintang ramai menjadi topik pembicaraan masyarakat bumi Senentang ini. Bahkan calon-calon bermunculan ke permukaan untuk dipasangkan dengan Bupati Jarot Winarno (61 tahun).

Partai Koalisi seperti Nasdem (7 kursi), Golkar (4 kursi), PKB (4 kursi), PPP (1 kursi) dan PKPI (1 kursi), sepertinya bersaing merebut posisi Wakil Bupati Sintang, Provinsi Kalimantan Barat ini.

Prabasa Anantatur Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat memberikan tanggapannya terkait siapa yang layak mendampingi Bupati Jarot sampai tahun 2024 pasca kepergian mendiang Yosef Sudiyanto ? Menurut politisi Partai Golkar Kalbar ini pada awal menemukan duet pasangan Jarot-Yosef adalah karena terjadinya kesepakatan politik dan koalisi bersama dengan partai-partai pengusung.

Waktu itu, lima partai politik sepakat bergabung bertarung pada Pilkada 2019-2024 Kabupaten. “Waktu itu memang disepakati setelah Bupati Jarot Winarno cocok dengan mendiang Yosef Sudiyanto. Akhirnyah kami (Nasdem, Golkar, PKB, PPP, dan PKPI) bersepakat mendorong bertarung di Pilkada Sintang 2019 silam,” ujarnya.

Dari pembicaraan koalisi tersebut juga terjadi kesepakatan bahwa mendiang Yosef Sudianto adalah kader partai Golkar Sintang. “Semuanya menyetujui. Artinya Wakil Bupati memang jatah Partai Golkar karena yang diajukan adalah kader pohon beringin,” katanya.

Seiring perjalanan waktu, mendiang Yosef Sudiyanto sudah dipanggil terlebih dahulu menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk sekarang terjadi kekosongan kursi Wakil Bupati Sintang. Sementara Bupati Jarot juga tengah menjalani penyembuhan akibat sakit. Pemerintahan Kabupaten Sintang sedang dinahkodai pejabat Bupati yang juga Sekda Kabupaten Sintang.

Prabasa yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat ini bercerita bahwa mendiang Yosef Sudiyanto adalah pensiunan PNS dan memilih masuk politik melalui Partai Golkar Kalbar. Posisinya sempat duduk di DPD 2 Golkar Sintang kemudian dipromosikan ke DPD 1 Golkar Kalbar.

Dengan kejadian yang tidak terduga tersebut, dia juga berharap komitmen awal partai pengusung tetap dipegang. Artinya dengan kepergian mendiang Yosef Sudiyanto, kader Golkar yang akan diajukan nantinya tetap dipercaya kembali untuk mendampingi Bupati Jarot Winarno. Itupun nantinya akan kembali dibicarakan dengan partai koalisi dan Bupati Jarot selaku usernya. “Harapan kami, kesepakatan koalisi awal tetap merekat. Artinya karena Wakil Bupati Sintang adalah jatah golkar, besar sekali koalisi ini masih berlaku,” pintanya.

Inisiatif partai Golkar Kalbar mendorong mengisi kekosongan supaya pemerintahan Kabupaten Sintang cepat normal kembali. Selaku Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Kalbar, ia berharap kadernya yang didorong untuk mendampingi kembali Bupati Jarot melalui pembicaraan bersama-sama.

“Pastinya Bupati Jarot berharap Wakil Bupati yang bisa bekerjasama sampai tahun 2024. Komitmen, harmonis dan tidak coba-coba. Artinya dari pengalaman juga teruji. Golkar Kalbar banyak memiliki kader yang sesuai harapan Bupati Jarot,” ujarnya.

Lantas kapan akan dibicarakan lewat koalisi partai dan Bupati Jarot ? untuk ke koalisi partai memang pembicaraan resmi belum dilakukan. Hanya melalui pembicaraan non formal seperti telepon-teleponan sudah dilakukan ke pengurus partai inti. Sementara untuk pembicaraan ke Bupati Jarot juga belum terjadi karena menunggu momen atau waktu tepat. “Nantilah usai terjadi kesepakatan bersama partai koalisi baru kita bawa ke Bupati Jarot, cocoknya seperti apa,” ujarnya.

Prabasa sendiri meyakinkan bahwa hubungan dengan partai koalisi masih baik-baik saja. Harapannya tetap semakin mesra dan harmonis menuju siapa calon wakil bupati Sintang pendamping Bupati Jarot. “Mudahan-mudahan kader golkar dapat memberikan sumbangsih pembangunan bagi Kabupaten Sintang,” ucapnya.

Beberapa waktu belakangan memang beredar nama calon pengganti Yosef Sudiyanto. Di antaranya adalah Rudy Andryas (Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Sintang), Usmandy (Ketua DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Sintang), Ghulam Raziq (Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Persatuan Pembangunan), dan Liyus (Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Persatuan dan Kesatuan Indonesia).

Nama lain disebut mencari dukungan adalah Florensius Ronny, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaupaten Sintang, Yosepha Asnah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, dan Kartiyus, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang.

Sumber di Kabupaten Sintang menyebutkan, figur Florensius Ronny, Yosepha Asnah dan Kartiyus saling bersaing ketat untuk diusung, mengingat kondisi kesehatan Bupati Sintang, Jarot Winarno yang belum sepenuhnya pulih. Jarot Winarno sekarang cuti setelah sempat terserang stroke ringan. Petahana Jarot Winarno berpasangan dengan Yosef Sudiyanto (pensiunan Aparatur Sipil Negara) Kabupaten Sintang, berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak, Rabu, 9 Desember 2020.

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang, Nomor: 14/PL.02.6-Pu/6105/KPU-Kab/XII/2020, tanggal 16 Desember 2020, tentang: Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Tahun 2020, menetapkan Jarot Winarno dan Yosef Sudiyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sintang periode 2019-2024.

Selain itu, juga beredar polling tidak resmi siapa Wakil Bupati Pengganti Yosep Sudiyanto? Di antaranya Maria Magdalena, Yosepha Hasnah, Florensius Rony, Usmandi, Rizha Wabah. Nama lain yang muncul adalah Hardoyo termasuk Kartius. 

(den)