Predator seksual asal Indonesia yang melakukan kejahatan di Inggris, Reynhard Sinaga, masih mendekam di penjara. Dia dijatuhi hukuman penjara selama 40 tahun. Polisi baru-baru ini merilis wajah pria asal Depok, Jawa Barat itu, dalam kondisi babak belur saat ditangkap.

Dalam foto yang dirilis kepolisian setempat, wajah Reynhard Sinaga terlihat lebam karena dipukuli. Bukan polisi yang memukulinya, melainkan korban pelecehannya yang melawan. Foto itu menunjukkan wajah Reynhard Sinaga dalam tahanan polisi ketika dia pertama kali ditangkap empat tahun lalu.

Dengan dua mata hitam, memar di dahi dan hidung, Reynhard terlihat tak berdaya. Gambar yang mencolok ini jauh berbeda dari banyak selfie yang diambilnya. Polisi Greater Manchester telah merilis gambar untuk pertama kalinya, menjelang film dokumenter BBC, Catching a Predator, soal penyelidikan polisi atas kejahatan mengerikan sang predator. 

Penyelidikan itu dimulai ketika Reynhard ditemukan berdarah, di lantai kamar mandi apartemennya di Princess Street, di pusat kota Manchester, pada Juni 2017. Dia telah dipukuli oleh seorang remaja yang menjadi korbannya di flatnya. Dalam sebuah adegan yang terekam di CCTV, Reynhard Sinaga ditandu dari rumahnya, tergelincir dan tak sadar saat dilarikan ke Manchester Royal Infirmary dengan ambulans. Ternyata, dia adalah pemerkosa paling kejam dalam sejarah peradilan Inggris.

“Dia telah menyerang lebih dari 200 pria, melakukan pelanggaran hukum selama lebih dari satu dekade,” kata polisi. Bagi mereka yang mengenalnya, Reynhard dikenal sebagai mahasiswa PhD yang rajin ke gereja, belajar di universitas Manchester dan Leeds. Ternyata, ia tega membius korban dengan minuman yang dicampur dengan GHB atau GBL dan merekam serangan seksualnya di dua ponsel. Reynhard dinyatakan bersalah dan mendekam di penjara terkejam di Inggris selama 40 tahun. Sementara para korban akhirnya mulai berani angkat bicara baru-baru ini. (jp)