Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) menjadi tuan rumah bagi tiga individu Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) betina yang telah lulus rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejora yang dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS).

Ketiga Orangutan  betina bernama Maya (7 Tahun 10 Bulan) berasal dari Desa Betangai, Kecamatan Nanga Sokan, Kabupaten Melawi; Selly (8 Tahun) berasal dari Kecamatan Belimbing Selatan Kabupaten Melawi; dan Nicky (10 Tahun) berasal dari Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Ketiganya di-rescue oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama YPOS.

Hasudungan Pakpahan, ketua Yayasan YPOS menyampaikan bahwa pelepasan Orangutan kali ini merupakan pelepasliaran tahap kedelapan, dengan total 19 individu Orangutan telah kembali ke habitatnya, yakni di Sub DAS Mendalam, Kecamatan Putussibau Utara. “Orangutan yang dilepasliarkan telah menjalani proses cukup panjang yang mencakup, Pelatihan Kemampuan Dasar,” tutur Hasudungan.

Kemampuan dasar yang dimaksud dia seperti memanjat, memilih makanan, membuat sarang,  serta  kemampuan individu untuk bertahan hidup di hutan.

“Setelah dilakukan pengecekan medis, ketiganya dinyatakan negatif dari penyakit, kemudian dalam pengamatan dan evaluasi ketiganya mampu beradaptasi dengan alam sehingga dapat di lepasliarkan,” papar Hasudungan. 

Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerja sama antartiga pihak, yaitu Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang. Ketiga pihak turut hadir mengantar Orangutan untuk dilepasliarkan sekaligus menandatangani Berita Acara Serah Terima Orangutan.

Sementara itu, Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin Balai Besar TaNa Bentarum Fery A.M. Liuw mengatakan, kegiatan pelepasliaran Orangutan dan keberadaannya di Sub DAS Mendalam ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang telah melindungi dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Betung Kerihun selama ini. “Semoga keberadaan orangutan yang sudah dilepasliarkan tetap terjaga,” tandasnya. (dRe)