Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji berkeliling ke lokasi-lokasi banjir yang menerjang sejumlah kabupaten di provinsi ini. Dari pantauannya, sejauh ini Kabupaten Sekadau menjadi daerah dengan penanganan banjir terbaik. Pasalnya Pemkab Sekadau memiliki data warga terdampak sangat lengkap dan akurat, berdasarkan nama dan alamatnya.

“Pemkab Sekadau punya data base banjir by name dan by address. Sehingga penyaluran bantuan bisa dilakukan dengan cepat dan efektif. Kami minta kabupaten lain yang punya riwayat bencana banjir juga menyiapkan data base dan roadmap seperti ini sehingga penanganan bencana bisa berjalan dengan baik,” ucap dia. Banjir sendiri telah menerjang sebagian Kalbar bagian timur.

“Kabupaten Melawi yang paling parah sampai terisolasi dari daerah lain karena akses terputus. Kedua adalah Kabupaten Sintang. Lalu Sekadau nomor tiga. Walaupun di Sekadau ada satu korban jiwa sehingga jadi pusat perhatian. Tetapi penanganannya paling baik,” imbuhnya. Bupati Sekadau Aron memaparkan banjir di wilayahnya melanda 6 kecamatan, 33 desa dengan warga terdampak sebanyak 10 ribuan jiwa.

“Semua warga yang terdampak sudah kami ketahui sejak awal dan memudahkan kami untuk menyalurkan bantuan. Ini karena sebelum terjadi banjir ini, kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk pendataan warga dan persiapan datangnya banjir,” jelas dia.

Hasil rapat tersebut, setiap desa wajib mensimulasikan berapa warga yang terdampak berdasarkan ketinggian air. “Kalau banjir satu meter berapa rumah yang kena. Kalau satu setengah meter berapa KK yang terdampak. Begitu seterusnya. Sehingga ketika banjir datang, orang-orang yang terdampak beserta alamatnya sudah kami ketahui,” papar dia. Terkait bantuan kepada warga terdampak, pihaknya rutin menyalurkan setiap hari. Pihaknya juga membuka posko di Halaman Keraton Sekadau untuk pengungsian, dapur umum, tenaga medis dan logistik. Namun tak ada warga yang mau mengungsi di tempat pengungsian. “Mereka pilih tinggal di rumah atau menumpang di keluarga mereka. Yang penting kita tahu posisi warga kita dimana,” pungkas Aron. (ars)