Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Pontianak ditargetkan 70 persen pada akhir Oktober 2021. Namun dalam catatan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, capaiannya baru 66 persen pada akhir Oktober 2021. Sementara jika dilihat capaian hingga tanggal 3 November 2021, sebesar 67,21 persen.

“Masih ada kekurangan dibandingkan dengan target capaian 70 persen. Kekurangan 3, 7 persen, jika melihat dari capaian hingga 3 November,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidiq Handanu, di Pontianak. Sidiq meyakini cakupan 70 persen bisa tercapai hingga tanggal 7 November 2021. Sebab ia menghitung, capaian vaksinasi bisa satu persen dalam satu hari. Sementara satu persen itu setara dengan 4.500 orang yang mengikuti vaksinasi. Sedangkan satu hari capaian vaksinasi di Kota Pontianak bisa mencapai 2.500 jiwa.

Ia menjelaskan capaian vaksinasi tidak memenuhi target lantaran pihaknya kesulitan mencari orang yang akan divaksin dosis pertama. Beda ketika baru mulai digencarkan vaksinasi. Pihaknya tak kesulitan. Saat dibuka secara massal, masyarakat berdatangan untuk mengikuti vaksinasi dosis pertama.

“Sekarang ini adalah kami yang harus mencari orang. Mereka yang mau divaksin tetapi belum sempat. Misalnya pekerja informal. Pada saat jam-jam kerja, kecuali malam hari dan hari minggu,” jelas Sidiq. Selain pekerja informal ada juga ibu-ibu rumah tangga yang tidak bisa datang ke sentra pelayanan vaksinasi. Strategi yang dilakukan dengan mendatangi RT dan RW guna memperluas jangkauan vaksinasi. 

Sidiq mengatakan strategi perluasan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan dengan menggelar di malam hari. Pihaknya mendatangi titik-titik keramaian masyarakat. “Ditempat-tempat itu kami temukan, masih ada yang belum vaksinasi dosis pertama. Ketika ditanya, jawabannya baru sempat dan baru berani,” jelas Sidiq.

“Sehingga kami optimis bisa tercapai 70 persen pada pekan ini, karena strategi perluasan sudah dilakukan. Semua sasaran juga sudah dicoba,” sambung Sidiq. Namun ia tak menampik kendala ada pelaporan pada sistem.  “Kami tidak bisa intervensi. Jika kami bisa suntik 4.000 orang, tapi belum tentu semuanya masuk pada data sistem. Tetap ada keterlambatan,” jelas Sidiq.

Menurut Sidiq Pontianak bisa saja masuk kategori PPKM Level satu. Selain karena cakupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 70 persen, cakupan vaksinasi pada lansia juga harus memenuhi target. Ia menyebutkan target capaian vaksinasi pada lansia adalah 40 persen. Namun saat ini cakupannya baru 38 persen. “Yang jadi masalah pada lansia yang belum tercapai karena lansia yang berada di RT dan RW. Mereka yang tidak sempat vaksin,” kata Sidiq.

Faktor lain yang menunjang perubahan status PPKM adalah indikator penularan pada tingkat satu. Kemudian kapasitas respon sudah kategori baik. “Pastinya level satu dan saat ini masih level dua karena vaksinasi belum mencapai target,” jelas Sidiq. (mse)