Pemerintah Kabupaten Sintang memperpajang masa tanggap darurat hingga 30 November 2021 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kurniawan dalam keterangan persnya, di Command Center Kantor Bupati Sintang, Selasa  (16/11).

Perpanjangan ini dilakukan dengan menerbitkan kembali Keputusan Bupati Sintang Nomor: 360/1140/KEP-BPBD/2021 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor di Kabupaten Sintang.

“Berkaitan dengan kondisi terakhir per tanggal 16 November 2021, memperhatikan kondisi banjir yang masih menggenangi sebagian Kabupaten Sintang maka Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Sintang,  memperpanjang status tanggap darurat selama 14  hari,” kata Kurniawan.

Menurutnya, berdasarkan data per 16 November 2021, bencana banjir Kabupaten Sintang tersebar di 12 kecamatan atau 191 desa/kelurahan. Jumlah yang terdampak banjir tercatat 35.642 kepala keluarga atau 123.936 jiwa. 

“Sedangkan yang mengungsi sebanyak 7.496 KK atau 26.332 jiwa, meninggal empat orang, lokasi pengungsian 98 tempat, dan dapur umum 54 buah,” papar Kurniawan.

Akibat bencana banjir yang terjadi, sebanyak 38% penduduk Kabupaten Sintang terdampak. Hanya ada dua kecamatan yang aman dari banjir adalah Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah.  Selain itu, jika semula  air merendam 45 gardu listrik PLN Sintang, kini bertambah menjadi 77 gardu. Akibatnya terjadi pemadaman listrik di beberapa lokasi Kabupaten Sintang.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Kalbar wilayah Kabupaten Sintang pada November 2021, ada potensi penambahan hujan sampai lebih dari 40% (lebih tinggi dari kondisi normal).

Karena itu, kata Kurniawan, masyarakat harus waspada dan mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan longsor yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan barang yang dimiliki.

“Sebaiknya warga yang sudah terkena banjir untuk dapat mengungsi ke tempat-tempat yang aman dengan berkoordinasi kepada kepala desa dan lurah masing-masing,” ujarnya.

Guna memperkuat fungsi koordinasi, komunikasi dan sinkronisasi penanggulangan bencana, lanjut Kurniawan, Posko Tanggap Darurat Bencana Alam Batingsor di Kabupaten Sintang telah ditetapkan. Posko utama ada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Tugu Bambu, Pos Lantas, Ujung Jembatan Kapuas (Ulak Jaya) dan kantor camat seluruh kecamatan di Sintang.

Kurniawan juga mengatakan, hingga saat ini, partisipasi komponen masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir sangat tinggi. Swadaya yang digalang oleh kelompok masyarakat untuk mendukung evakuasi, pengungsi, dapur umum dan lain-lain terus meningkat. Oleh karenanya, Pemkab Sintang memberikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi masyarakat tersebut. (arf)